Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA- Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (30/9/2026). Mengacu data Refinitiv, rupiah dibuka naik 0,28 persen ke level Rp17.910 per dolar AS.
Penguatan tersebut melanjutkan pergerakan positif rupiah pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Saat itu, rupiah ditutup menguat tipis 0,03 persen di level Rp17.960 per dolar AS setelah sempat menyentuh Rp18.000 per dolar AS.
Dengan posisi pembukaan tersebut, rupiah menguat 50 poin dibandingkan level penutupan perdagangan sebelumnya.
Baca Juga:
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia terpantau menguat tipis 0,01 persen ke level 101,377 pada pukul 09.00 WIB.
DXY juga melanjutkan penguatan 0,17 persen pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih dipengaruhi sentimen eksternal, terutama dinamika dolar AS di pasar global. Pelaku pasar tengah menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.
Perhatian utama tertuju pada data indeks harga personal consumption expenditures (PCE) AS periode Agustus yang dijadwalkan dirilis pada Rabu waktu setempat. Data tersebut kemudian akan disusul laporan tenaga kerja AS periode September pada Jumat.
Kedua data tersebut akan menjadi perhatian pasar untuk melihat perkembangan inflasi dan pasar tenaga kerja AS serta kaitannya dengan kebijakan moneter The Fed.
Ekspektasi kenaikan suku bunga juga kembali menguat setelah imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun bertahan di atas 5 persen. Pasar memperhitungkan peluang hampir 70 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada akhir Oktober.
Tingginya imbal hasil obligasi AS dan ekspektasi pengetatan kebijakan moneter membuat aset berdenominasi dolar tetap menarik bagi investor. DXY pada perdagangan sebelumnya bahkan sempat mencapai level 101,39 yang disebut menjadi posisi tertinggi sejak 28 Juli.
Di sisi lain, tekanan terhadap rupiah mendapat sedikit penyeimbang dari penurunan harga minyak dunia. Harga minyak Brent turun 0,69 persen menjadi US$104,56 per barel.
Penurunan harga minyak terjadi setelah Arab Saudi kembali mengoperasikan jaringan pipa East-West dan meningkatkan pengiriman minyak melalui Pelabuhan Yanbu di Laut Merah.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.