BREAKING NEWS
Jumat, 23 Oktober 2026

Hashim Sebut Ada Pihak Asing Tak Suka Indonesia Swasembada Energi

Dharma - Jumat, 23 Oktober 2026 13:22 WIB
Hashim Sebut Ada Pihak Asing Tak Suka Indonesia Swasembada Energi
Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Ia mencontohkan konflik Rusia-Ukraina serta ketegangan di kawasan Teluk Persia yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Hashim juga menyinggung ketegangan di kawasan Timur Tengah lainnya.

"Setiap kali ada gejolak, misalnya ada perang di dulu di Ukraina, sekarang perang di Teluk ya, Teluk Persia antara Amerika, Israel, dan Iran, sekarang apalagi hari ini ada antara Yaman Houthi dengan Arab Saudi, Indonesia yang kena. Indonesia kena dampaknya, dampak negatifnya," ujarnya.

Hashim menilai situasi tersebut menjadi alasan bagi Indonesia untuk mempercepat upaya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri.

Menurut dia, impor energi juga membebani perekonomian karena membutuhkan pembayaran dalam mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat.

"Rp500-600 triliun rupiah itu beban besar bagi ekonomi kita. Kita harus keluarkan dolar, kita harus keluarkan valuta asing dolar untuk mengimpor ya, dan ini berat sekali untuk apa ekonomi kita," ujarnya.

Ia menambahkan, pengurangan impor energi dinilai dapat membantu mengurangi kebutuhan dolar dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

Meski demikian, besarnya dampak terhadap kurs akan bergantung pada berbagai faktor ekonomi, bukan hanya kebijakan biodiesel.

Selain mengurangi impor, Hashim menilai pengembangan biodiesel dapat menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

Menurut dia, industri berbasis pertanian membutuhkan banyak tenaga manusia, mulai dari kegiatan budidaya hingga pengolahan bahan baku.

Ia juga melihat peluang pertumbuhan green jobs, yakni pekerjaan yang mendukung kegiatan ekonomi dengan memperhatikan aspek lingkungan.

"Belum ada sampai sekarang robot atau ya atau apa yang bisa menggantikan manusia untuk untuk apa bidang pertanian ini. So saya kira ini kesempatan untuk masa depan kita menciptakan lapangan kerja yang cukup besar," kata Hashim.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Dibuka Loyo! Dolar AS Bertengger di Rp18.071, Ini Pemicunya
Jalan Asahan Bakal Disulap Jadi Kawasan Heritage, Wali Kota Tanjungbalai Ajak Pengusaha Ikan Berkolaborasi
Wagub Sumut Surya Hadiri Rakornas TPAKD, Dorong Akses Keuangan bagi UMKM dan Masyarakat
Menaker Yassierli Siapkan Skema Vokasi 4 Bulan di KEK untuk Tekan Angka Pengangguran
Hadir di WCCE 2026, Wagub Sumut Sebut Inovasi Jadi Kunci Utama Pengembangan Ekonomi Kreatif
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS! Apa Penyebab Mata Uang Garuda Kembali Melemah?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Habis Asap Terbitlah Sawit

Habis Asap Terbitlah Sawit

OlehYogen SogenKETIKA lahan bekas kebakaran segera ditanami sawit, penegakan hukum harus menelusuri bukan hanya siapa pelaku yang membakar,

OPINI