BREAKING NEWS
Jumat, 23 Oktober 2026

Hashim Sebut Ada Pihak Asing Tak Suka Indonesia Swasembada Energi

Dharma - Jumat, 23 Oktober 2026 13:22 WIB
Hashim Sebut Ada Pihak Asing Tak Suka Indonesia Swasembada Energi
Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Program B50 merujuk pada pencampuran 50 persen bahan bakar nabati dengan 50 persen bahan bakar diesel berbasis fosil.

Sementara itu, B100 merujuk pada bahan bakar yang sepenuhnya berasal dari bahan baku nabati.

Pengembangan program tersebut membutuhkan pasokan bahan baku dalam jumlah besar, termasuk minyak nabati.

Karena itu, pelaksanaannya berkaitan dengan kesiapan industri pengolahan, ketersediaan bahan baku, infrastruktur distribusi, dan kemampuan produksi dalam negeri.

Di sisi lain, pengembangan bahan bakar nabati juga memerlukan pengawasan agar peningkatan kebutuhan bahan baku tidak mendorong pembukaan hutan, memperburuk kerusakan lingkungan, atau memicu konflik penggunaan lahan.

Pernyataan Hashim mengenai pihak asing yang tidak menyukai program swasembada energi merupakan pandangannya mengenai kemungkinan dampak kebijakan tersebut terhadap pasar energi internasional.

Ia tidak merinci pihak yang dimaksud maupun menyampaikan bukti spesifik mengenai adanya upaya asing untuk menghambat program B50 hingga B100.

Dengan demikian, keberhasilan program swasembada energi tidak hanya ditentukan oleh pengurangan impor, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah memastikan ketersediaan bahan baku, menjaga keberlanjutan lingkungan, dan mengukur manfaat ekonominya secara transparan.
* (cn/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Dibuka Loyo! Dolar AS Bertengger di Rp18.071, Ini Pemicunya
Jalan Asahan Bakal Disulap Jadi Kawasan Heritage, Wali Kota Tanjungbalai Ajak Pengusaha Ikan Berkolaborasi
Wagub Sumut Surya Hadiri Rakornas TPAKD, Dorong Akses Keuangan bagi UMKM dan Masyarakat
Menaker Yassierli Siapkan Skema Vokasi 4 Bulan di KEK untuk Tekan Angka Pengangguran
Hadir di WCCE 2026, Wagub Sumut Sebut Inovasi Jadi Kunci Utama Pengembangan Ekonomi Kreatif
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS! Apa Penyebab Mata Uang Garuda Kembali Melemah?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Habis Asap Terbitlah Sawit

Habis Asap Terbitlah Sawit

OlehYogen SogenKETIKA lahan bekas kebakaran segera ditanami sawit, penegakan hukum harus menelusuri bukan hanya siapa pelaku yang membakar,

OPINI