MEDAN — Anggota boy group Super Junior, Siwon Choi, menjadi sorotan publik dan menuai kritik tajam dari penggemarnya setelah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya aktivis politik Amerika Serikat, Charlie Kirk.
Kirk dikenal luas sebagai sosok yang pro-Donald Trump dan kerap melontarkan pernyataan kontroversial terkait isu imigrasi dan penggunaan senjata api di AS.
Melalui unggahan Instagram Story yang kini telah dihapus, Siwon menyampaikan duka cita dengan menyertakan kutipan ayat Alkitab yang merujuk pada "hamba yang baik," dan secara tidak langsung menyematkan julukan tersebut kepada Kirk.
Unggahan tersebut memicu gelombang kritik dari penggemar, termasuk munculnya akun Instagram anonim yang mendesak agar Siwon keluar dari Super Junior.
Akun tersebut menulis, "Siwon Choi bergandengan tangan dengan kriminal genosida. Dia tidak seharusnya mewakili Super Junior. #Siwon_OUT," di bagian biodata, dan secara rutin mem-posting tagar "Siwon OUT" sebagai bentuk penolakan terhadap keterlibatannya di grup.
Menanggapi tekanan tersebut, Siwon memberikan komentar singkat, "I love you," dalam bahasa Inggris pada salah satu unggahan akun tersebut.
Komentar tersebut langsung disukai oleh lebih dari 500 pengguna Instagram, yang memperhatikan interaksi tersebut dengan beragam reaksi.
Dalam pernyataan klarifikasi, Siwon menjelaskan bahwa niatnya menyampaikan belasungkawa tidak berkaitan dengan dukungan politik.
Ia menekankan bahwa fokusnya adalah pada tragedi kemanusiaan yang menimpa Kirk, yang saat itu sedang mengajar mahasiswa sebelum tewas ditembak oleh pelaku tak dikenal.
"Saya ingin menjelaskan karena banyak yang membicarakan unggahan saya soal Charlie Kirk. Dia orang Kristen, pemimpin rumah tangga dan seorang suami. Terlepas dari situasinya, fakta bahwa dia kehilangan nyawanya dalam penembakan saat memberi pelajaran di depan mahasiswa adalah tragedi di luar posisi politik. Ini alasan saya berduka," ujar Siwon.
Ia juga menyatakan bahwa unggahan tersebut telah dihapus karena menimbulkan salah tafsir yang tidak sesuai dengan niat awalnya.
"Saya berterima kasih atas perhatian media, tapi karena niat saya diartikan berbeda, saya percaya saya sudah menyampaikan dan memilih menghapus unggahannya," tambahnya.
Kontroversi ini bukan kali pertama Siwon menjadi perbincangan terkait isu sosial dan politik.
Namun, respons publik kali ini cukup signifikan, mengingat sentimen negatif terhadap sosok Charlie Kirk yang dikenal dengan pandangan ekstrem konservatif dan anti-imigran.*