KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Bengkulu, Usut Dugaan Suap Pengelolaan Limbah Kesehatan
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan langkah penyidikan dalam perkara dugaan korupsi di Provinsi Bengkulu. Kali
PEMERINTAHAN
JAKARTA — Stand-up comedy bertajuk Mens Rea yang dibawakan Pandji Pragiwaksono tengah menjadi sorotan publik.
Pertunjukan ini menampilkan kritik tajam terhadap pemerintah yang kini dipimpin Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Aksi panggung Pandji di Indonesia Arena, yang dihadiri sekitar 10.000 penonton, disebut "tepi jurang" karena berani mengangkat isu-isu sensitif terkait hukum, politik, dan fenomena sosial.Baca Juga:
Dalam penutupan pertunjukan, Pandji berkelakar:
"Polisi kita membunuh, tentara kita berpolitik, presiden kita memaafkan koruptor, wakil presiden kita? Gibran!"
Materi Mens Rea mengangkat berbagai isu, mulai dari pendidikan politik, kinerja aparat hukum, hingga dugaan praktik pencucian uang yang melibatkan beberapa tokoh publik.
Pandji juga menyinggung Irjen Pol Teddy Minahasa, Raffi Ahmad, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dengan gaya satir yang mengundang gelak tawa penonton.
"Ini bentuk edukasi politik lewat komedi. Tujuannya agar masyarakat lebih paham dan kritis dalam demokrasi," kata Pandji sebelum tur dimulai pada April 2025.
Tur Mens Rea digelar di 20 kota, termasuk Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, dan Medan, sebelum puncaknya di Jakarta.
Reaksi publik beragam. Sebagian memuji keberanian Pandji, namun tidak sedikit yang menganggap materi tersebut terlalu frontal.
Dosen komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menekankan kritik semacam ini wajar dalam demokrasi dan menjadi "oksigen" bagi pemerintah untuk tetap mawas diri.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah, menilai pertunjukan Pandji tetap merupakan hiburan.
"Esensi Mens Rea adalah menghibur, bukan pendidikan politik. Nuansa politik muncul karena cara Pandji menyampaikan materi," ujarnya.
Mens Rea mulai ditayangkan di Netflix sejak 26 Desember 2025 dan menjadi topik hangat di media sosial.
Pertunjukan ini dinilai menegaskan bahwa kebebasan berekspresi masih terjaga di Indonesia, sekaligus membuka ruang diskusi tentang politik dan hukum melalui komedi.*
(vo/ad)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan langkah penyidikan dalam perkara dugaan korupsi di Provinsi Bengkulu. Kali
PEMERINTAHAN
MEDAN Polrestabes Medan menjelaskan alasan autopsi terhadap jenazah wanita berinisial W (30) dilakukan tanpa lebih dahulu meminta izin k
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (BRT) atau Rudy Tanoe, kembali tidak memenuhi panggilan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan para finalis dan pemenang Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Medan 2026 ag
PEMERINTAHAN
MEDAN Musyawarah GM FKPPI Sumatera Utara menetapkan Dedi Rizaldi kembali terpilih sebagai Dansatgas PD II GM FKPPI Sumatera Utara untuk
NASIONAL
MEDAN Institut Bisnis dan Komputer Indonesia (IBKI) Medan menjalin kerja sama dengan Yayasan Basmi Kemiskinan Selangor, Malaysia, untuk
PENDIDIKAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah rumah tersangka Nurman Herin di Bandung, Jawa Barat, dalam penyidikan kasus dugaan tindak
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Mud
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Penemuan 995 airsoft gun di sebuah yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih menjadi perha
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Mistar Ritonga, membantah dugaan adanya tandatanda penganiayaan pada tubuh wanita berini
HUKUM DAN KRIMINAL