BREAKING NEWS
Minggu, 23 Agustus 2026

Istigfar Sebelum Tak Sadarkan Diri, Kronologi Relawan Ahmad Zaki Meninggal Saat Jalankan Misi Kemanusiaan Korban Gempa NTT

Nurul - Minggu, 23 Agustus 2026 13:11 WIB
Istigfar Sebelum Tak Sadarkan Diri, Kronologi Relawan Ahmad Zaki Meninggal Saat Jalankan Misi Kemanusiaan Korban Gempa NTT
Relawan kemanusiaan sekaligus Founder Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali. (foto: ahmadzaki_ali/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MANGGARAI TIMUR — Relawan kemanusiaan sekaligus Founder Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan untuk membantu korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ahmad Zaki meninggal ketika berada di wilayah Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Minggu, 23 Agustus 2026.

Saat itu, dia bersama sejumlah relawan sedang menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa.

Baca Juga:

Salah seorang rekan almarhum, Muhammad Rafki Razif Kiransyah dari Tim Hands Foundation, mengatakan dirinya telah enam hari bersama Ahmad Zaki dalam kegiatan penyaluran bantuan.

Menurut Rafki, selama menjalankan kegiatan kemanusiaan tersebut Ahmad Zaki terlihat sehat dan bersemangat.

Dia juga tidak pernah mengeluhkan sakit meski aktivitas penyaluran bantuan cukup padat.

"Selama kurang lebih enam hari gitu kita sama-sama. Dari hari Senin, kita bareng-bareng ngeliat almarhum itu eh semangat. Terus sehat, gak ada keluhan sakit apa-apa terus juga gak keliatan kayak orang sakit gitu," kata Rafki, Minggu, 23 Agustus 2026.

Rafki mengatakan aktivitas penyaluran bantuan dilakukan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari

. Ahmad Zaki bersama tim bahkan sempat bermalam di Masjid Raya Reo dan wilayah Ruteng.

Sebelum kejadian, Ahmad Zaki bersama Rafki dan anggota tim lainnya berencana mendistribusikan 30 paket bantuan ke Desa Satar Padut, Kabupaten Manggarai Timur, sekitar pukul 14.00.

Rafki dan Ahmad Zaki berada dalam satu mobil ketika perjalanan berlangsung.

Kondisi kemudian berubah saat mereka berbalik arah dari lokasi penyaluran terakhir untuk melakukan asesmen kebutuhan warga terdampak gempa.

Tak lama setelah kendaraan berjalan, Rafki mendengar Ahmad Zaki mengucapkan istigfar. Setelah itu, kondisi Ahmad Zaki tiba-tiba tidak sadarkan diri.

"Nah, gak lama dari kita muter balik dari tempat penyaluran terakhir sekitar 5 meter, beliau sempat berhenti. Terus yang kedengeran sama kita di mobil itu beliau istighfar, 'Astagfirullah' terus berhenti dan mulai gak sadarkan diri. Nah di situ kita juga kaget, panik," ungkap dia.

Melihat kondisi tersebut, tim relawan langsung berusaha memberikan pertolongan.

Ahmad Zaki kemudian dibawa ke posko kesehatan menggunakan mobil warga yang membantu evakuasi.

Sesampainya di posko medis, tim kesehatan langsung melakukan upaya penyelamatan. Namun, Ahmad Zaki akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 16.40.

"Alhamdulillah ada bantuan dari mobil warga di sana, bantu untuk mengantar ke posko kesehatan ke medis. Lalu sesampainya di medis, sama tim medis juga sudah dilakukan pengupayaan untuk menyadarkan kembali,''ujarnya.


Menurut Rafki, tim medis sempat melakukan CPR sebanyak tujuh siklus untuk memberikan pertolongan kepada Ahmad Zaki.

''Itu kalau tidak salah sudah dilakukan apa, CPR sebanyak tujuh kali siklus besar gitu untuk pompa jantungnya. Tapi Qodarullah almarhum tidak bisa diselamatkan gitu, memang sudah eh waktunya eh almarhum istirahat," lanjut Rafki.


Rafki mengatakan tim medis juga menemukan sejumlah obat pribadi di kantong Ahmad Zaki.

Salah satu obat yang disebut dokter merupakan obat untuk hipertensi.

"Dan sempat di cek juga di kantongnya itu ada obat-obat pribadi. Rafki kurang inget gitu detailnya obat apa aja, cuman yang kemarin disebut sama dokternya, 'Oh ini ada obat hipertensi' gitu," tambah dia.

Namun, Rafki menegaskan bahwa selama enam hari menjalankan kegiatan kemanusiaan bersama Ahmad Zaki, almarhum tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya.

Kepergian Ahmad Zaki meninggalkan duka bagi rekan-rekan sesama relawan.

Rafki mengaku sempat gemetar dan panik ketika melihat Ahmad Zaki tiba-tiba tidak sadarkan diri di dalam mobil.

''Karena di situ Rafki bener-bener panik, terus gemeter gitu di samping beliau banget dan gak bisa mikir apa-apa juga yang penting nyelamatin beliau sampai dengan posko medis aja. Karena bingung juga kondisi kita lagi penyaluran, lagi pendistribusian kayak gitu, eh tiba-tiba kejadian hal yang tidak diinginkan kayak gitu," pungkasnya.

Ahmad Zaki meninggal ketika tengah menjalankan kegiatan kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa NTT.

Kepergiannya menjadi duka bagi para relawan yang selama beberapa hari terakhir bersama-sama menyalurkan bantuan kepada warga.* (oz/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Seminggu Usai Gempa NTT: 87 Orang Meninggal, Lebih dari 150 Ribu Warga Mengungsi dan 53.971 Rumah Rusak
Siswa SIP Angkatan 56 Polda Aceh Gelar Baksos dan Bagikan Sembako di Sukabumi
Cegah Karhutla, Prabowo Siapkan Alat Berat untuk Buka Lahan Tanpa Bakar
Fakir dan Miskin Ternyata Berbeda, Begini Penjelasannya dalam Islam
Rumah Rusak akibat Gempa NTT Dapat Bantuan hingga Rp30 Juta, Ini Rinciannya
Bulog Cabang Medan Salurkan 21 Juta Kilogram Beras Bantuan Pangan Tahap II
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru