Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak pemerintah segera menetapkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan sebagai bencana nasional.
Ia menilai dampak kebakaran dan kabut asap sudah mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.
Daniel mengatakan kondisi karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan semakin parah.
Baca Juga:
Dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga kesehatan, pendidikan, transportasi, dan perekonomian.
"Kalimantan sudah seperti setengah 'neraka' sekarang karena Karhutla yang semakin parah. Pemerintah perlu menetapkan status Karhutla di Kalimantan sebagai bencana nasional karena dampaknya sangat signifikan," kata Daniel, Minggu, 23 Agustus 2026.
Menurut Daniel, kabut asap akibat karhutla telah menyebabkan kualitas udara memburuk dan jarak pandang menurun di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat, termasuk transportasi darat dan udara.
Ia menyoroti sejumlah daerah yang terdampak cukup parah, termasuk Banjarbaru dan wilayah Kalimantan Selatan.
Di beberapa lokasi, jarak pandang disebut sangat terbatas akibat pekatnya kabut asap.
Daniel mengacu pada data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mencatat sebaran titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah Kalimantan.
Kalimantan Tengah tercatat memiliki 767 titik panas.
Selanjutnya Kalimantan Barat sebanyak 560 titik, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, serta Kalimantan Utara tiga titik.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.