Menuju Jakarta 500 Tahun: Mampukah Jadi Kota Global Tanpa Meninggalkan Warganya?
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
JAKARTA -Tudingan bahwa keluarga Vadel Badjideh menerima aliran dana fantastis dari anak Nikita Mirzani masih terus bergulir. Kakak Vadel, Martin Badjideh, akhirnya angkat bicara menanggapi isu yang menghebohkan tersebut, yang sempat ramai dibicarakan di media sosial dan berbagai platform berita.
Dalam pernyataannya di kantor pengacara Razman Arif Nasution, Martin secara tegas membantah tuduhan yang menyebut keluarganya menerima uang mencapai Rp 400 juta dari anak Nikita Mirzani. Menurut Martin, informasi tersebut tidak benar sama sekali dan ia bahkan membawa bukti berupa print mutasi rekening untuk menjelaskan situasi sebenarnya.
Martin menjelaskan bahwa rekening yang diklaim sebagai perantara transaksi antara anak Nikita Mirzani dan seorang teman berinisial C, sebenarnya milik istrinya. “Bantahan soal dari pihak NM dan C, terutama pihak C yang mengklaim bahwa kami, khususnya Vadel, memakai atau menerima sampai Rp 400 juta itu tidak benar,” ungkap Martin dengan tegas di hadapan media.
Dalam penjelasannya, Martin merinci aliran dana yang masuk ke rekening istrinya, menunjukkan bahwa jumlah yang diterima jauh di bawah tuduhan yang beredar. Ia mencatat, pada tanggal 26 Februari 2024, hanya ada transaksi masuk sebesar Rp 5,7 juta, Rp 398 ribu, dan Rp 10 juta. “Totalnya jauh dari Rp 400 juta. Bahkan pada 1 Maret 2024, ada uang masuk Rp 40 juta, tetapi sebagian dari dana itu kita transfer balik ke C sebesar Rp 50 juta atas permintaan dari LM (anak Nikita Mirzani),” jelasnya.
Martin juga menambahkan, transaksi keluar masuk uang dalam rekening istrinya tidak hanya berfungsi sebagai penerimaan. Beberapa kali, uang yang masuk dikirim kembali kepada C atas permintaan anak Nikita Mirzani. “Pada 2 Maret 2024, misalnya, ada transfer Rp 63 juta yang masuk, tapi kemudian Rp 50 juta dari dana itu dikirim balik ke C. Begitu juga pada 3 Maret 2024, ada uang masuk sebesar Rp 27 juta,” tuturnya.
Meskipun Martin mengklaim tidak mengerti maksud dari transaksi ini, ia berusaha untuk mengklarifikasi agar tidak ada kesalahpahaman lebih lanjut. “Kita hanya perantara, yang lebih mengerti ya mungkin LM sama C,” tambahnya. Penjelasan ini muncul setelah beredarnya video dari C yang membongkar adanya aliran dana ke keluarga Vadel, namun Martin menilai informasi dalam video tersebut tidak sepenuhnya akurat.
Dengan langkah ini, Martin berharap dapat mengatasi isu yang semakin liar dan mengklarifikasi posisi keluarganya dalam situasi yang cukup rumit ini. Ia menegaskan pentingnya transparansi dalam menjelaskan aliran dana yang dituduhkan kepada keluarganya, agar publik tidak salah paham.
Drama yang melibatkan nama besar Nikita Mirzani ini tentu menjadi sorotan publik, dan banyak yang menantikan perkembangan lebih lanjut dari kasus ini. Apakah keluarga Vadel akan mengambil langkah hukum atau ada pihak lain yang akan muncul untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut, kita tunggu saja.
(N/014)
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
JAKARTA Dua dari 26 tokoh yang diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak hadir d
POLITIK
JAKARTA Direktur Law Firm Pedang Keadilan & Partners Zuhri Saifudin menilai Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki peluang untuk mendiskualif
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai rangkaian perombakan pemerintahan Presiden Prabowo Su
POLITIK
MEDAN Video yang memperlihatkan seorang pedagang kaki lima (PKL) diduga dikeroyok sejumlah pria di kawasan depan Kampus Universitas Suma
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan tengah mengembangkan sistem pemerintahan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan publik melal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mayjen TNI (Purn) Prof. H.C. Dr. Rido Hermawan mengajak masyarakat melihat kembali hubungan manusia dengan dirinya sendiri, sesa
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung belum menemukan indikasi keterlibatan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam perka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Anwar Usman memilih tidak memberikan tanggapan mengenai perkara yang mempersoal
NASIONAL
OlehWerdha CandratrilaksitaRESHUFFLE lazimnya menjadi cara seorang presiden memperkuat kendali terhadap pemerintahannya. Menteri yang dinil
OPINI