Dua Advokat Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Gunakan Data Pribadi Tanpa Hak
JAKARTA Dua advokat berinisial HS dan PN dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelanggaran UndangUndang Nomor 27 Tahun 2022 tentang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA –Machica Mochtar, mantan istri Moerdiono dan ibu dari Iqbal Ramadhan, mengungkapkan kisah perjuangannya dalam membesarkan anaknya sendirian. Disebuah Stasiun TV Machica menceritakan berbagai tantangan yang dihadapinya, termasuk peristiwa terkini ketika Iqbal diamankan saat demonstrasi menolak revisi Undang-Undang Pilkada 2024 di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada 21 Agustus 2024.
Machica mengungkapkan bahwa ia akan selalu mendukung anaknya tanpa syarat, meskipun harus menghadapi risiko besar, termasuk keselamatan jiwa. “Sebagai seorang ibu dan pejuang, kita harus ikhlas menghadapi semua risiko. Iqbal juga mengalami kekerasan dan pelecehan saat demonstrasi, tapi ini adalah bagian dari perjuangan,” jelasnya dalam wawancara yang tayang pada Rabu, 28 Agustus 2024.
Kisah Machica dan Iqbal tidak hanya berhenti pada perjuangan di lapangan. Machica juga menceritakan perjuangannya dalam mengurus akta kelahiran Iqbal. Meskipun mereka secara agama sah sebagai keluarga, pengakuan secara negara tidak ada. Machica mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya ketika mendaftarkan Iqbal ke sekolah akibat tidak adanya akta kelahiran resmi. “Saya berjuang sampai ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mendapatkan pengakuan, tapi karena Iqbal lahir pada tahun 1996, keputusan MK yang baru berlaku pada tahun 2011 tetap tidak berlaku untuknya,” ungkapnya.
Machica juga menyoroti kesulitan dan ketidakadilan yang dirasakannya dalam proses administrasi dan pendidikan Iqbal. “Saya harus berjuang keras hanya untuk memastikan anak saya mendapatkan hak-haknya, yang seharusnya sudah otomatis didapatkan oleh setiap anak,” tambahnya.
Dalam acara yang sama, Iqbal Ramadhan membacakan surat keresahannya berjudul “Tragedi 22 Agustus 2024”. Dalam surat tersebut, Iqbal menegaskan bahwa meskipun ia adalah anak dari seorang jenderal dan pejabat tinggi pada masa Orde Baru, ia tidak pernah memanfaatkan nama besar mendiang ayahnya untuk kepentingan pribadi. Ia menekankan bahwa perjuangan dan komitmennya dalam aktivitas sosial dan politik tidak berkaitan dengan latar belakang keluarganya.
Machica dan Iqbal terus berjuang meskipun banyak rintangan yang harus dihadapi. Dukungan dan determinasi mereka dalam menghadapi berbagai tantangan menunjukkan keteguhan dan integritas dalam perjuangan mereka.
(N/014)
JAKARTA Dua advokat berinisial HS dan PN dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelanggaran UndangUndang Nomor 27 Tahun 2022 tentang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti kondisi petani Indonesia yang dinilainya semakin terdesak aki
EKONOMI
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto melepas langsung kepulangan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, usai kunjungan kenegaraan di In
NASIONAL
JAKARTA Mantan Presiden Republik Indonesia ke7, Joko Widodo (Jokowi), dipastikan akan menghadiri sidang lanjutan perkara dugaan ijazah
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan kasus gratifikasi yang menjerat mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Maj
NASIONAL
JAKARTA Sebanyak 30.000 manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dijadwalkan mulai ditempatkan di berbagai daerah pada Agust
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan di RSU
PEMERINTAHAN
MEDAN Tim penasihat hukum (PH) tiga terdakwa kasus dugaan korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Fa
HUKUM DAN KRIMINAL
BENER MERIAH Sebanyak 135 Reje Kampung (Kepala Desa) terpilih periode 20262032 resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya dalam pro
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) resmi meluncurkan rangkaian Bulan Koperasi sebagai pe
NASIONAL