Wakil Ketua DPR: Penanganan Gempa NTT Sudah Maksimal Tanpa Status Bencana Nasional
JAKARTA Wakil Ketua DPR Saan Mustopa menilai penanganan korban gempa Magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah dilakukan secara
NASIONAL
JAKARTA –Machica Mochtar, mantan istri Moerdiono dan ibu dari Iqbal Ramadhan, mengungkapkan kisah perjuangannya dalam membesarkan anaknya sendirian. Disebuah Stasiun TV Machica menceritakan berbagai tantangan yang dihadapinya, termasuk peristiwa terkini ketika Iqbal diamankan saat demonstrasi menolak revisi Undang-Undang Pilkada 2024 di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada 21 Agustus 2024.
Machica mengungkapkan bahwa ia akan selalu mendukung anaknya tanpa syarat, meskipun harus menghadapi risiko besar, termasuk keselamatan jiwa. “Sebagai seorang ibu dan pejuang, kita harus ikhlas menghadapi semua risiko. Iqbal juga mengalami kekerasan dan pelecehan saat demonstrasi, tapi ini adalah bagian dari perjuangan,” jelasnya dalam wawancara yang tayang pada Rabu, 28 Agustus 2024.
Kisah Machica dan Iqbal tidak hanya berhenti pada perjuangan di lapangan. Machica juga menceritakan perjuangannya dalam mengurus akta kelahiran Iqbal. Meskipun mereka secara agama sah sebagai keluarga, pengakuan secara negara tidak ada. Machica mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya ketika mendaftarkan Iqbal ke sekolah akibat tidak adanya akta kelahiran resmi. “Saya berjuang sampai ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mendapatkan pengakuan, tapi karena Iqbal lahir pada tahun 1996, keputusan MK yang baru berlaku pada tahun 2011 tetap tidak berlaku untuknya,” ungkapnya.
Machica juga menyoroti kesulitan dan ketidakadilan yang dirasakannya dalam proses administrasi dan pendidikan Iqbal. “Saya harus berjuang keras hanya untuk memastikan anak saya mendapatkan hak-haknya, yang seharusnya sudah otomatis didapatkan oleh setiap anak,” tambahnya.
Dalam acara yang sama, Iqbal Ramadhan membacakan surat keresahannya berjudul “Tragedi 22 Agustus 2024”. Dalam surat tersebut, Iqbal menegaskan bahwa meskipun ia adalah anak dari seorang jenderal dan pejabat tinggi pada masa Orde Baru, ia tidak pernah memanfaatkan nama besar mendiang ayahnya untuk kepentingan pribadi. Ia menekankan bahwa perjuangan dan komitmennya dalam aktivitas sosial dan politik tidak berkaitan dengan latar belakang keluarganya.
Machica dan Iqbal terus berjuang meskipun banyak rintangan yang harus dihadapi. Dukungan dan determinasi mereka dalam menghadapi berbagai tantangan menunjukkan keteguhan dan integritas dalam perjuangan mereka.
(N/014)
JAKARTA Wakil Ketua DPR Saan Mustopa menilai penanganan korban gempa Magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah dilakukan secara
NASIONAL
JAKARTA Analis Kebijakan Madya Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Prof. Dr. Indira Santi Kertabudi menilai pengisian kekosongan ang
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Sosial (Kemensos) menemukan 1.494.652 data penerima bantuan sosial (bansos) yang terindikasi terkait transaksi judi on
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah kembali mengirim bantuan logistik untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari kelima pascab
NASIONAL
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan posisi Presiden Prabowo Subianto yang duduk sejajar dengan Preside
NASIONAL
JAKARTA Sidang praperadilan keempat yang diajukan Roy Suryo terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) kemb
NASIONAL
JAKARTA Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel mendapat remisi selama dua bulan pada perin
NASIONAL
JAKARTA Danantara Indonesia mencatat donasi masyarakat untuk warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp2,16 miliar. Da
NASIONAL
JAKARTA Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mempertanyakan dasar penghitungan kerugian negara sebesar Rp622 miliar dalam perkara duga
NASIONAL
JAKARTA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan bantuan bagi warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang rumahnya rusak akibat ge
NASIONAL