Prabowo: Rakyat Tidak Butuh Birokrasi Berbelit
JAKARTA Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta para lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII agar
NASIONAL
PATI -Sebuah video yang menampilkan seorang pria marah-marah kepada sejumlah pemuda di depan sebuah jenazah di puskesmas di Kecamatan Sukolilo, Pati, viral di media sosial. Pria tersebut ternyata adalah Kades Wegil, Heri Priyanto. Kejadian tersebut menjadi sorotan karena konteks di mana marah-marahnya Kades tersebut bermula dari tantangan di media sosial.
Dalam video berdurasi sekitar 1 menit yang tersebar di grup WhatsApp, terlihat sejumlah pemuda tertunduk di hadapan jenazah yang dibaringkan di lantai depan puskesmas. Kades Heri tampak marah dan menanyai para pemuda tentang pengetahuan mereka terkait kejadian yang menyebabkan meninggalnya teman mereka.
“Iki kepie? Mbalik iso? Nek wes ngene ki kepie? Deleng koncomu iki, koncomu ta ora? Nek wes ngene ki pie? Ora iso mbalik iki Le!” tanya Heri dalam video tersebut sambil menunjukkan jenazah di depan para pemuda tersebut.
Dalam video itu, para pemuda tersebut tidak menjawab dan hanya tertunduk, menunjukkan situasi yang tegang dan penuh duka. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa desa Sukolilo berduka atas kejadian tersebut.
Saat dimintai konfirmasi, Kades Heri Priyanto membenarkan kehadirannya dalam video tersebut. Dia menjelaskan bahwa kemarahannya di puskesmas disebabkan oleh kematian seorang pemuda, yang diduga bernama G, yang merupakan warga desanya.
“Informasinya tantangan di medsos terus ada kejadian itu. Pastinya saya belum tahu, karena nunggu pemeriksaan di polisi,” terang Heri saat dihubungi detikJateng lewat sambungan telepon.
Menurut Heri, polisi telah melakukan olah TKP, dan korban tewas dibawa ke RSUD Soewondo untuk dilakukan autopsi. Namun, hingga berita ini ditulis, Kapolsek Sukolilo dan Kasubsipenmas Polresta Pati belum memberikan respons yang jelas terkait kejadian tersebut.
Kisah kontroversial ini menyoroti dampak negatif dari tantangan di media sosial yang bisa memicu konflik dan kejadian yang tragis, serta pentingnya untuk menanggapi situasi dengan bijak dan tenang, terutama dalam situasi yang penuh dengan emosi dan duka cita.
(N/014)
JAKARTA Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta para lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII agar
NASIONAL
OlehSutrisno PangaribuanUPAYA cari muka kepada Bobby Nasution mulai muncul dengan pernyataan Anggota DPRD Sumut tentang kuorum Rapat Paripu
OPINI
JAKARTA Sukun dinilai memiliki potensi besar menjadi salah satu pangan unggulan masa depan Indonesia. Selain memiliki kandungan gizi yan
PERTANIAN AGRIBISNIS
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mulai mendorong pengembangan industri kopi daerah dengan membangun tiga rumah p
PEMERINTAHAN
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada pembukaan perdagangan Rabu, 29 Juli 2026. Mata uang Garuda dibuka melemah terh
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan penguatan pada pembukaan perdagangan Rabu, 29 Juli 2026. Pergerakan posit
EKONOMI
JAKARTA PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) terus memperkuat komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) melalui berbagai program
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan bergerak cepat menindaklanjuti informasi yang ramai diperbincangkan di media sosial terkait dugaan p
PEMERINTAHAN
SUMEDANG Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melantik sebanyak 1.204 lulusan Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan Institut Pemerin
PENDIDIKAN
JAKARTA Perjuangan hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim belum berakhir set
HUKUM DAN KRIMINAL