Istana Belum Ganti Dua Wamen Tersangkut Kasus, Mensesneg Sebut Masih Tunggu Evaluasi Kebutuhan
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah belum berencana mengisi posisi dua wakil menteri (wame
PEMERINTAHAN
MAKASSAR -Di kota Makassar yang biasanya damai, tersingkap sebuah tragedi yang mengejutkan. Seorang wanita muda, Vivi (19), tega menghabisi nyawa neneknya sendiri demi memenuhi hasrat duniawinya. Kejadian ini mengingatkan kita betapa tragisnya jika cinta dan ambisi menjadi buta tanpa moral.
Mahasiswa Hukum yang TerkelamVivi, seorang mahasiswi di Fakultas Hukum, dan kekasihnya MAS alias Asrul (19), terlibat dalam kasus pembunuhan yang mengguncang masyarakat. Pada malam naas itu, Selasa (4/6/2024), mereka merencanakan pembunuhan yang kelam. Dengan dalih menagih utang sebesar Rp 7 juta, Vivi mengajak Asrul ke rumah neneknya, TA (66).
Rencana Jahat di Balik TawaPada malam sebelum pembunuhan, Vivi dan Asrul bertemu di sebuah warung kopi. Vivi dengan licik meminta Asrul mengantarnya ke rumah TA. Sekitar pukul 23.00 Wita, Asrul mengantarkan Vivi namun disuruh pergi terlebih dahulu. Vivi menyuruh Asrul kembali saat neneknya tertidur.
Kekejian yang Tak TerbayangkanPukul 02.00 Wita, Asrul kembali setelah dipanggil Vivi. Dalam sekejap, rencana jahat mereka terwujud. Vivi masuk ke kamar neneknya, membekap wajah TA dengan bantal hingga tidak bisa bernafas, sementara Asrul memegang tangan korban. Tak berhenti di situ, Vivi mengambil remote AC dan memukul kepala neneknya berkali-kali hingga dipastikan meninggal.
Motif Dibalik KejahatanMotif pembunuhan ini begitu keji. Vivi merasa marah dan tertekan oleh tagihan utang dari neneknya. Lebih dari itu, ia tergiur oleh uang dan barang berharga milik korban. Uang tunai Rp 20 juta dan beberapa emas menjadi target mereka. Dengan uang tersebut, Vivi membeli sepatu untuk Asrul dan menggunakannya untuk berfoya-foya.
Polisi Ungkap Fakta KelamPenyelidikan polisi mengungkap bahwa pembunuhan ini telah direncanakan sejak dua pekan sebelum kejadian. Vivi yang merupakan otak dari rencana ini, berupaya mengelabui petugas dengan tidak mengambil semua barang berharga yang melekat pada tubuh korban. Ia bahkan mengunci pintu dari dalam untuk menciptakan ilusi bahwa kematian neneknya bukan karena pembunuhan.
Hukuman yang MenantiKini, Vivi dan Asrul harus menghadapi konsekuensi dari perbuatan mereka. Mereka dikenakan pasal berlapis, pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 365 ayat 4 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan kematian. Ancaman hukuman mati pun membayangi dua mahasiswa ini.
Refleksi SosialKasus ini membuka mata kita akan pentingnya moral dan etika dalam kehidupan. Ambisi yang buta dan cinta yang tanpa dasar moral bisa membawa pada kehancuran. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu menjaga hati dan pikiran agar tetap berada di jalan yang benar.
(N/014)
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah belum berencana mengisi posisi dua wakil menteri (wame
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengingatkan kembali pesan Presiden Prabowo Subianto yang secara berulang mene
POLITIK
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings tidak mempermasalahkan
EKONOMI
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menanggapi usulan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai terkait pembukaan peluang
POLITIK
MEDAN Sumatera Utara memiliki banyak destinasi camping yang menarik dan mudah dijangkau dari Kota Medan. Lokasilokasi ini menawarkan peng
PARIWISATA
JAKARTA Komisi II DPR RI berencana mengunjungi sejumlah partai politik, baik yang memiliki kursi di parlemen maupun partai nonparlemen, un
POLITIK
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga
NASIONAL
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah anggapan bahwa pemerintah baru bergerak atau baru menggelar rapat ko
POLITIK
BEIJING Reaktor fusi Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) milik China kembali menjadi sorotan dunia setelah berhasil menca
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menyoroti status kelengkapan berkas perkara (P21) dalam kasus dugaan tudingan ijazah palsu Pres
HUKUM DAN KRIMINAL