'Ini Bukan Prestasi, Tapi Konsekuensi', Danyon Brimob Sumut Ungkap Alasan Pecat 10 Anggotanya
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA
JAKARTA -Kisah skandal yang melibatkan seorang ASN dengan jabatan mentereng di Kementerian Perhubungan RI telah mencuat ke permukaan. Sosok pria yang dikenal sebagai Asri Damuna, sebenarnya terungkap sebagai pelaku dalam sebuah percakapan tak senonoh dengan seorang YouTuber asal Korea Selatan yang bernama Jiah.
Dalam perkenalan yang terjadi di sebuah restoran, Asri, atau yang kerap disapa AD, dengan tegas mengajak Jiah ke hotelnya, meskipun mereka baru saja bertemu secara tidak sengaja. Apa yang terjadi selanjutnya menjadi bahan pembicaraan hangat di dunia maya.
Namun, kisah ini tidak hanya sekadar tentang ajakan mesum yang terungkap. Terkuak juga bahwa AD, selain sebagai pejabat mentereng, ternyata telah memiliki seorang istri. Sosok istri, Hartian Asri Damuna, juga terlibat dalam cerita ini. Sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan Sangia Nibandera, Hartian menyandang jabatan terkait dengan posisi suaminya di kantor.
Reaksi publik pun bervariasi. Ada yang geram dengan perilaku AD yang tidak patut ditiru, ada yang menyayangkan perbuatan mesum yang dilakukan oleh seorang pejabat, sementara yang lain merasa iba terhadap istri dan anak-anak AD yang harus menanggung dampak dari tindakannya.
Kisah ini memberikan pelajaran yang dalam tentang kehidupan ganda, integritas, dan moralitas. Bagaimana seorang yang memiliki jabatan tinggi bisa terjerat dalam perilaku yang melanggar norma-norma sosial. Dalam sorotan kasus ini, tindakan AD menjadi cerminan bagi banyak orang akan bahaya dari ketidakterbukaan dan kejujuran dalam menjalani kehidupan.
Perlu diingat bahwa tindakan AD juga berdampak pada citra pemerintahan dan institusi tempatnya bekerja. Kisah ini menegaskan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan disiplin dalam menjalankan tugas publik. Dan lebih dari itu, kisah ini menegaskan bahwa ketika seorang ASN terlibat dalam perilaku yang melanggar aturan dan norma, sanksi yang tegas dan adil harus diberlakukan.
Kita semua harus berupaya untuk menjaga martabat dan integritas institusi serta nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, dan tindakan yang sesuai dengan aturan dan moralitas akan selalu didorong dalam setiap langkah kita.
(N/014)
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah capaian pemerintahannya saat membuka Muktamar ke35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok P
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto menilai kedekatan pemerintah dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah penting untuk menjaga keamanan
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto menyampaikan penghormatan kepada para ulama, kiai dan santri atas kontribusi mereka dalam menjaga kemerd
NASIONAL
JAKARTA Komisi XI DPR RI menyetujui Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 20262031. Keputusan tersebut diam
NASIONAL
MEDAN Pengadilan Tinggi (PT) Medan memutar rekaman kamera pengawas atau CCTV dalam pemeriksaan perkara banding terdakwa David Chandra terk
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN RSUD Drs. H. Amri Tambunan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, berhasil melaksanakan operasi coiling aneurisma perdana pada pas
KESEHATAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan mendukung percepatan pendaftaran dan sertifikasi tanah wakaf untuk memberikan kepastian hukum sekaligus melind
PEMERINTAHAN
MEDAN Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara memperketat pemantauan harga dan pasokan pangan setelah harga daging ayam ras
EKONOMI
MEDAN Sebanyak 5.654 atlet telah terdaftar untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) XII Tahun 2026. Ajang olahra
OLAHRAGA