Kemarau Panjang Hantam Tanjab Timur, Warga Perdalam Sumur demi Bertahan Dapatkan Air Bersih
TANJAB TIMUR Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah warga di K
PERISTIWA
CIPUTAT – Suatu tragedi mengerikan telah mengguncang kota kecil Ciputat di Tangerang Selatan, menyisakan jejak luka dan trauma yang dalam. Seorang bocah perempuan berusia 12 tahun menjadi korban penganiayaan yang diduga dipicu oleh perseteruan antara dua kelompok anak. Kasus ini, yang kini sedang dalam tahap penyidikan, telah menarik perhatian luas masyarakat dan memunculkan keprihatinan yang mendalam.
“Terkait dengan perkara tersebut, bahwa saat ini proses hukum sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ungkap Kasi Humas Polres Tangsel, AKP Agil, dalam keterangannya kepada media, Kamis (21/3/2024).
Korban, yang belum diungkapkan identitasnya, mengalami luka serius di bagian pelipis matanya akibat penganiayaan yang keji. Namun, meski kasus ini sudah berada di tahap penyidikan, proses pendalaman masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian.
“Lukanya, kalau nggak salah, pelipis sebelah kiri. Saya hasil visumnya belum dapat. Sementara masih upaya penyelidikan segala macam, belum ada detailnya,” papar Agil.
Video yang merekam kejadian mengerikan itu telah menjadi viral di media sosial, memperlihatkan betapa korban dilemparkan ke tanah dengan kasar dan diserang secara brutal. Lebih memilukan lagi, sebagian anak yang berada di sekitar lokasi malah memilih untuk menjadi penonton, bahkan merekam kebrutalan tersebut tanpa berusaha untuk memberikan pertolongan.
Kasi Humas Polres Tangsel, AKP Agil, menjelaskan bahwa penganiayaan ini berawal dari perang sarung antara dua kelompok anak. Korban, seorang bocah perempuan berinisial N (12), kini harus menjalani proses visum untuk menilai luka-luka yang dialaminya.
“Berdasarkan hasil penyelidikan pengecekan TKP dan keterangan saksi-saksi bahwa kejadian tersebut terjadi diawali karena adanya perang sarung antara dua kelompok anak, yang kemudian dari kejadian tersebut korban mengalami luka-luka,” ungkap Agil.
Kejadian ini telah mengirimkan gelombang kejut di seluruh komunitas, menegaskan perlunya tindakan tegas terhadap kekerasan yang merajalela di antara anak-anak. Semoga korban segera pulih dari luka-lukanya, dan semoga keadilan dapat ditegakkan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
(AS)
TANJAB TIMUR Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah warga di K
PERISTIWA
ACEH BESAR Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar semakin mengkhawatirkan. Selain mengancam sektor pertanian,
PERISTIWA
SURAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat perlindungan, kesejahteraan,
NASIONAL
PAPUA Prajurit TNI kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terpencil. Di tengah medan pegunungan y
NASIONAL
JAKARTA Koalisi Masyarakat Sipil Penyelamatan Ombudsman meminta proses pengisian kekosongan Anggota Ombudsman Republik Indonesia tidak sek
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kinerja penerimaan pajak pada 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan tah
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) masih menginvestigasi penyebab dugaan keracunan yang menimpa 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jawa Te
KESEHATAN
JAKARTA Harga logam mulia berupa emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan. Pergerakan ini didorong ol
EKONOMI
JAKARTA Tiga tim telah resmi tersingkir dari ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026, terdiri dari dua tim di Grup A dan satu tim di G
OLAHRAGA
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan sementara (suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi usai kasus dugaan k
PERISTIWA