Saksi BPN Mengaku Tak Tahu Kewajiban 20 Persen Lahan dalam Kasus Eks PTPN–Ciputra Land
MEDAN Persidangan kasus dugaan korupsi pelepasan lahan eks perkebunan milik PTPN kepada pengembang properti kembali digelar di Pengadila
HUKUM DAN KRIMINAL
Jakarta, Bayangkara.Co – Polri menetapkan Bambang Tri Mulyono menjadi tersangka kasus ujaran kebencian, Kamis (13/10).
Bambang sebelumnya menggugat Presiden Jokowi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas dugaan ijazah palsu.
Selain Bambang, Polri juga menetapkan tersangka lainnya yakni Sugi Nur Rahardja.
Hal tersebut disampaikan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah pada Kamis malam.
“Tersangka pertama adalah SMR, kedua adalah BTM,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah di Mabes Polri, Kamis (13/10/2022).
Nurul menyebut kedua tersangka telah menyebarkan ujaran kebencian lewat akun YouTube Gus Nur 13.
Dikutip dari Kompas.com, pemilik akun YouTube tersebut adalah Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur.
Nurul tidak menyebutkan konten apa yang dipersoalkan sehingga mereka menjadi tersangka.
Namun dalam kasus ini, Polri telah memeriksa 23 saksi, termasuk di antaranya tujuh orang saksi ahli.
Selain itu, Polri juga menyita sejumlah barang bukti yakni satu buah flashdisk, screen capture, dan dua lembar screenshot unggahan video.
Saat ditanyakan soal penahanan, Nurul mengatakan kedua tersangka masih diperiksa.
“Jadi mereka tetap diperiksa kemudian untuk statusnya nanti ditahan atau tidak pasti akan kita sampaikan lebih lanjut,” ujar dia.
Sebelumnya, Bambang ditangkap oleh Bareskrim Polri di sebuah hotel di Jakarta Selatan pada Kamis sore.
Sebelum ditangkap, Bambang sempat ramai diberitakan karena aksinya menggugat Presiden Jokowi.
Ia menggugat Jokowi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas dugaan menggunakan ijazah palsu saat mengikuti Pilpres 2019.
Hal ini kemudian mendapat respons dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang merupakan kampus tempat Jokowi berkuliah.
Rektor UGM, Profesor Ova Emilia memastikan bahwa ijazah S1 Presiden Jokowi adalah asli.
Ova menuturkan, Jokowi adalah alumni prodi S1 di Fakultas Kehutanan UGM angkatan tahun 1980.
Jokowi dinyatakan lulus sarjana pada 1985 dengan gelar insinyur.
“Bapak Ir. Joko Widodo adalah alumni Program Studi (Prodi) S1 di Fakultas Kehutanan UGM angkatan tahun 1980,” ujarnya Ova, Selasa (11/10/2022). Red
MEDAN Persidangan kasus dugaan korupsi pelepasan lahan eks perkebunan milik PTPN kepada pengembang properti kembali digelar di Pengadila
HUKUM DAN KRIMINAL
TEHERAN Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menawarkan akses bebas hambatan melintasi Selat Ho
INTERNASIONAL
NTT Ratusan paus pilot terdampar di perairan dangkal Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (
PERISTIWA
JAKARTA Pembina Dharma Wanita Persatuan Kementerian Keuangan, Ida Yulidina Purbaya, mendorong pengembangan komoditas perkebunan strategi
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran sangat tuntas dan jauh lebih cepat dari p
INTERNASIONAL
DELI SERDANG Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendorong peningkatan kualitas pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan sebagai langk
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan memastikan tidak memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1447 Hijriah bagi Pegawai Pemerinta
PEMERINTAHAN
KUWAIT Emir Kuwait, Sheikh Meshal alAhmad alSabah, mengecam serangan Iran terhadap negaranya yang telah menewaskan 12 orang sejak 28 F
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berencana memberikan taklimat kepada seluruh masyarakat Indonesia terkait situasi
NASIONAL
BOGOR Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan terbatas dengan menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/
EKONOMI