Cuaca Aceh Hari Ini: Mayoritas Cerah Berawan, Gayo Lues Berpotensi Hujan Ringan
BANDA ACEH Prakiraan cuaca di Provinsi Aceh pada Rabu (8/7/2026) didominasi kondisi cerah berawan di sebagian besar wilayah. Namun, Kabu
NASIONAL
MATARAM – Dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram berinisial WJ memasuki babak baru.
Pada Selasa malam (20/5/2025), WJ bersama istrinya nekat melabrak para mahasiswi korban kekerasan seksual di ruang pemeriksaan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).
Insiden itu terjadi saat para korban, yang merupakan penerima beasiswa Bidikmisi, tengah diperiksa oleh penyidik di ruang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Aksi WJ yang datang tiba-tiba sempat membuat suasana tegang, bahkan sempat mengejutkan pihak penyidik.
"Saya duduk di depan ruangan PPA, tiba-tiba ada mobil parkir. Dua orang turun, langsung mendatangi dan memegang korban. Ternyata mereka adalah WJ dan istrinya," ungkap Joko Jumadi, perwakilan dari Koalisi Stop Kekerasan Seksual NTB, Selasa (20/5/2025) malam.
Joko yang saat itu berada di lokasi langsung memisahkan pelaku dari korban dan membawa korban masuk ke ruang PPA.
Tidak berhenti di situ, WJ dan istrinya juga masuk ke ruangan penyidik dan terlibat adu argumen hingga akhirnya dimintai keterangan oleh penyidik.
WJ Akui Perbuatan, Tapi Nama Korban Diduga Dimanipulasi
Dalam interogasi di hadapan istrinya, WJ mengakui perbuatannya terhadap tujuh orang korban, namun nama-nama korban yang disebut tidak sesuai dengan data yang dikantongi pihak koalisi.
"Dia mengaku tujuh, tapi nama yang disebut berbeda dari data kami. Ini menimbulkan dugaan manipulasi informasi dari pelaku," jelas Joko.
Modus "Ayah Asuh" untuk Manipulasi Mahasiswi
Lebih jauh, Joko membeberkan bahwa korban yang semuanya tinggal di asrama kampus UIN Mataram dimanipulasi secara psikologis oleh WJ.
Pelaku memanfaatkan posisi dan relasi kuasa dengan menyuruh mahasiswi untuk menganggapnya sebagai figur ayah, demi mendekati mereka secara personal dan menggiring ke perilaku cabul.
"Dia minta dipanggil 'ayah'. Lalu dari situ dia mencium, meraba, dan meminta korban melakukan oral seks. Semua ini dilakukan di dalam asrama, bahkan ada yang terjadi pada malam hari ketika korban disuruh tidur di ruangan tertentu," beber Joko.
Ketakutan kehilangan beasiswa Bidikmisi membuat korban enggan melapor atau melawan, meskipun secara eksplisit tidak ada ancaman verbal dari pelaku.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat membenarkan laporan dugaan pencabulan oleh oknum dosen UIN Mataram tersebut.
"Saat ini korban masih diinterogasi dan kasus masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut," tegas Syarif.
Pihak kepolisian juga tengah mengumpulkan alat bukti dan keterangan tambahan untuk menindaklanjuti laporan kekerasan seksual di lingkungan kampus tersebut.
Koalisi Stop Kekerasan Seksual NTB mendorong Polda NTB untuk segera menetapkan tersangka dan memberikan perlindungan penuh kepada seluruh korban.*
(gl/a008)
BANDA ACEH Prakiraan cuaca di Provinsi Aceh pada Rabu (8/7/2026) didominasi kondisi cerah berawan di sebagian besar wilayah. Namun, Kabu
NASIONAL
MEDAN Prakiraan cuaca di Provinsi Sumatera Utara pada Rabu (8/7/2026) menunjukkan kondisi yang bervariasi. Sejumlah wilayah diprediksi m
NASIONAL
JAKARTA Kondisi cuaca di seluruh wilayah Daerah Khusus Jakarta pada Rabu (8/7/2026) diprakirakan didominasi cuaca cerah. Enam wilayah ad
NASIONAL
BANDUNG Sebagian besar wilayah Provinsi Jawa Barat diprakirakan mengalami cuaca cerah pada Rabu (8/7/2026). Meski demikian, beberapa dae
NASIONAL
YOGYAKARTA Cuaca di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu (8/7/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah. Lima kab
NASIONAL
DENPASAR Kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Provinsi Bali pada Rabu (8/7/2026) diprakirakan cerah. Dari sembilan kabupaten/kota, han
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung menyita lebih dari 104 ton komoditas timah milik terpidana Tamron alias Aon dalam perkara korupsi dan tindak pid
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Krisis iklim dan kerusakan lingkungan dinilai tidak lagi dapat diatasi hanya melalui pendekatan ilmiah. Dibutuhkan sinergi antar
NASIONAL
BENER MERIAH Pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh memperkuat koordinasi untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana
NASIONAL
MEDAN Persidangan dugaan korupsi proyek pengadaan papan tulis pintar (smartboard) Kota Tebing Tinggi mengungkap adanya dugaan aliran dan
HUKUM DAN KRIMINAL