Cegah Kriminalisasi Pengurus Aset, DPR Desak RUU Profesi Kurator Segera Disahkan demi Kepastian Hukum
MEDAN Komisi XIII DPR RI terus mematangkan penyusunan Rancangan UndangUndang (RUU) Profesi Kurator dan Pengurus. Pembahasan dilakukan unt
NASIONAL
TAPANULI SELATAN – Diduga selisih paham, tiga orang pria dewasa nekat membunuh Abdul Rahman Pohan alias ARP (27) warga Jalan Sutan Muhammad Arif, Kelurahan Batang Ayumi Julu Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan.
Ketiga pelaku kasus dugaan tindak pidana pembunuhan diketahui 2 orang warga Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, yaitu Nipandro Waruwu alias NW (34) dan Peringatan Nduru alias PN (27) dan terakhir pelaku bernama Asrul Hadi Ritonga alias AHR (22) warga Kelurahan Bonan Dolok, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan.Kasus ini muncul ke publik setelah masyarakat Kecamatan Angkola Selatan dihebohkan dengan penemuan kerangka manusia di salah satu kebun sawit milik warga pada Kamis 22 Mei 2025.
Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tapsel.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satreskrim menuju lokasi Tempat Kejadian Perkara/TKP tepatnya di kebun sawit milik Faisal Gultom di Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan.
KRONOLOGIS KEJADIAN
Dalam konferensi pers yang di selenggarakan Polres Tapsel di Mako Polres Tapsel Pada Rabu 28 Mei 2025 Pukul 11:30 Wib sampai dengan Selesai. Kapolres Tapsel AKBP Yasir Ahmadi, S.I.K., M.H., yang didampingi Kasat Reskrim Akp Hardiyanto, S.H., M.H., Kasat Sabhara AKP Tona Simanjuntak, SH., Kasiwas AKP PM. Siboro., Kasi Humas AKP Maria Marpaung, SE. MM., KBO Reskrim IPTU TP. Saragih, SH dan Kanit beserta Personil Reskrim lainnya menyampaikan kronologis Kejadian yang bermula pada hari Senin 17 Maret 2025 sekira pukul 23.00 WIB.
Saat itu, tiga orang pelaku berinisial NW, AHR, dan PN sedang duduk di teras rumah milik salah satu pelaku yaitu PN, Korban (ARP) yang melintas di depan rumah tersebut dipanggil dan diinterogasi oleh para pelaku karena tidak dikenali oleh warga setempat.
ARP yang diduga oleh para pelaku sebagai pelaku pencurian dikampung mereka, didorong rasa curiga kepada ARP, NW dan PN menjadi emosi dan melakukan kekerasan kepada ARP dari pemukulan ke arah pipi kiri, menyiku wajah dan menendang kaki ARP.
NW yang mengikat tangan ARP ke arah belakang dan bersama kedua temannya membawa ARP ke kebun sawit milik masyarakat setempat
Di lokasi tersebut, pelaku NW melakukan eksekusi terhadap ARP dengan cara menembak ARP menggunakan senapan merk Neo Rambo ke bagian ulu hati, belakang telinga kiri dan terakhir NW menembakkan senapannya ke Dahi ARP hingga ARP menghembuskan nafas terakhirnya.
Yang sebelumnya, pelaku PN telah menyiapkan senapan angin merk Neo Rambo serta mengisi amunisi.
Melihat ARP tidak bernyawa lagi, kemudian pelaku AHR menggali lubang dan bersama NW menguburkan jenazah ARP di tempat kejadian tersebut.
MOTIF PEMBUNUHAN
Kapolres juga menyampaikan motif dari kasus dugaan tindak pidana pembunuhan ini karena selisih paham dan kecurigaan terhadap ARP yang dianggap sebagai orang asing oleh warga sekitar.
BARANG BUKTI YANG DIAMANKAN
Dari ketiga pelaku, Personil Polres Tapsel telah menyita barang bukti berupa :
- 1 pucuk senapan angin merk Neo Rambo
- 29 butir peluru senapan
- 1 buah cangkul bergagang kayu
- 1 unit sepeda motor Honda Blade
- 1 unit sepeda motor Honda Supra
- 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion
Dihadapan para awak Media Tv dan Media Online Kapolres Tapsel menjelaskan Para pelaku dikenakan:
- Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun.
- Subsidair Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun.
"ketiga pelaku beserta barang bukti sudah kita amankan pada hari senin 26 Mei 2025. Akibat perbuatan itu, ketiga pelaku dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup." ucap Kapolres.
Beliau juga menegaskan bahwa proses hukum akan dijalankan secara tegas dan profesional sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum yang berwenang." tutup Kapolres Tapsel.*
MEDAN Komisi XIII DPR RI terus mematangkan penyusunan Rancangan UndangUndang (RUU) Profesi Kurator dan Pengurus. Pembahasan dilakukan unt
NASIONAL
SORONG Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan ketahanan pangan nasional tidak hanya berkaitan dengan kete
EKONOMI
MEDAN Sejumlah wilayah di Kota Medan terdampak pemadaman listrik sementara pada Kamis (3/9/2026). Pemadaman dilakukan PLN untuk pemelihara
NASIONAL
JAKARTA Harga sejumlah bahan pangan nasional kembali naik pada Kamis (3/9/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis N
EKONOMI
MEDAN Perkara kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri (PN) Niaga Medan melonjak hingga 60 persen.
NASIONAL
BANDA ACEH Polisi mengungkap kasus dugaan penggelapan satu unit mobil Daihatsu Xenia di wilayah hukum Polresta Banda Aceh. Dalam kasus ini
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga emas Antam kembali menguat pada perdagangan Kamis (3/9/2026). Harga emas 24 karat naik Rp15.000 per gram menjadi Rp2.639.000
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap rupiah pada perdagangan Kamis (3/9/2026) pagi. Dolar AS berada di level Rp
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (3/9/2026). IHSG kembali menembus level 6.600 setelah seh
EKONOMI
JAKARTA Google resmi merilis Gemini 3.8 Flash, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang difokuskan untuk kemampuan reasoning dan coding.
SAINS DAN TEKNOLOGI