Rocky Pasaribu: Pencabutan Izin TPL Momentum Perlindungan Hak Masyarakat Adat
BALIGE Pemerintah pusat resmi mencabut Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT Toba Pulp Lestari (TPL) beserta 27 perusahaan lain
POLITIK
PALEMBANG – Sidang perdana kasus penembakan tiga anggota polisi di Way Kanan, Lampung, menyeret nama Kopral Dua (Kopda) Basarsyah sebagai terdakwa utama.
Dalam dakwaan yang dibacakan Oditurat Militer, terungkap bahwa Kopda Basarsyah tidak hanya terlibat dalam aksi penembakan, tetapi juga menjadi koordinator gelanggang judi sabung ayam yang menjadi latar peristiwa berdarah tersebut.
Sidang yang digelar di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Rabu (11/6/2025), mengungkap keterlibatan Kopda Basarsyah bersama Peltu Yun Hari Lubis dalam membangun jaringan judi sabung ayam dan dadu goncang sejak Juli 2023.
Dari bisnis ilegal ini, Kopda Basarsyah disebut menerima keuntungan sebesar 10 persen dari seluruh uang taruhan yang dipertaruhkan pemain.
"Saudara wajib didampingi penasihat hukum, sebab pada kasus ini ancaman hukumannya lebih dari 15 tahun penjara dan atau mati," ujar Ketua Majelis Hakim Kolonel CHK Fredy Ferdian Isnartanto kepada terdakwa.
Dalam dakwaan yang dibacakan empat oditur, termasuk Kepala Oditurat Militer I-05 Palembang Kolonel Laut (H) M Muchlis, dijelaskan bahwa Kopda Basarsyah merupakan koordinator penuh arena sabung ayam.
Sementara Peltu Lubis memegang kendali penuh atas judi dadu goncang, dengan keuntungan pribadi.
Arena sabung ayam tersebut pertama kali dibuka di Register 44 Umbul Leter S, Kampung Gisting Jaya, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan, Lampung.
Kegiatan berlangsung rutin setiap Senin dan Kamis dari pukul 13.30 hingga 18.00 WIB, dan berlanjut hingga Mei 2024.
Lokasi arena sempat berpindah sebanyak dua kali sebelum akhirnya digelar event besar pada 17 Maret 2025.
Namun, saat penggerebekan dilakukan oleh 17 personel gabungan Polres Way Kanan, terjadi baku tembak.
Tiga anggota polisi tewas tertembak dalam insiden tersebut, yakni Kapolsek Negara Batin Iptu Lusiyanto, Bripka Petrus Apriyanto, dan Bripda M Ghalib Surya Ganta.
Kopda Basarsyah didakwa dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP, Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api, serta Pasal 303 KUHP jo Pasal 55 KUHP tentang perjudian.
Sidang berlangsung terbuka dan dihadiri keluarga korban yang terlihat menyimak dengan penuh haru.
Jika terbukti bersalah, Kopda Basarsyah terancam hukuman maksimal berupa pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.*
(tm/a008)
BALIGE Pemerintah pusat resmi mencabut Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT Toba Pulp Lestari (TPL) beserta 27 perusahaan lain
POLITIK
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai merombak jajaran pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Keme
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pemerintah Aceh meraih Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 sebagai pemerintah daerah kategori utama atas keberhasilannya
NASIONAL
JAKARTA Jaksa Penuntut Umum Roy Riadi menilai perkara dugaan korupsi program Digitalisasi Pendidikan pengadaan Chromebook di Kementerian
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Tim Penyidik Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menetapkan ESK, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek penataan W
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Pemerintah Aceh mempercepat identifikasi dan penyiapan lahan untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (H
PEMERINTAHAN
MEDAN Kasus kekerasan yang menewaskan seorang perempuan bernama Lina resmi memasuki meja hijau. Terdakwa David Chandra didakwa membunuh k
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Abdullah, menegaskan bahwa aparat yang menuduh pedagang es gabus menggunakan bahan spons harus mendapatk
NASIONAL
DENPASAR, BALI Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali kembali menunjukkan dukungan nyata terhadap Industri Kecil dan
EKONOMI
BEKASI Satuan Reserse Narkoba (SATRESNARKOBA) Polres Bekasi Kota kembali menunjukkan tajinya dalam memberantas peredaran narkotika dan o
HUKUM DAN KRIMINAL