Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ia sempat menegur karena mengetahui Melanie adalah rekan perempuan Ipda Haris.
Setelah peristiwa tersebut, Melanie dan Haris kembali ke kamar, sementara Misri duduk di dekat kolam dan Nurhadi berendam.
Ia bahkan sempat merekam Nurhadi dalam video berdurasi 7 detik sekitar pukul 19.55 WITA sebelum pergi ke kamar mandi.
Saat kembali, Nurhadi sudah dalam kondisi tidak sadar di dasar kolam.
Misri kemudian membangunkan Kompol Yogi yang langsung memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke klinik di Gili Trawangan.
Autopsi Ungkap Kekerasan Sebelum Tenggelam
Hasil autopsi yang dilakukan tim forensik Universitas Mataram mengungkap indikasi kuat penganiayaan terhadap Brigadir Nurhadi.
Ditemukan patah tulang pada lidah yang mengarah pada tindakan pencekikan.
"Terdapat luka memar di kepala bagian depan dan belakang. Hal ini mengindikasikan korban sempat mengalami benturan," ungkap dr. Arfi Samsun, dokter forensik dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.
Lebih lanjut, pemeriksaan menunjukkan korban sempat menghirup air saat tenggelam, menandakan ia masih hidup ketika berada dalam kolam.
Arfi menyimpulkan bahwa kematian Brigadir Nurhadi merupakan hasil dari kekerasan berkesinambungan, yaitu pencekikan yang menyebabkan pingsan, kemudian tenggelam hingga meninggal dunia.
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.