Di Tengah 626 Tewas dan 2.426 Hilang, Kemlu Pastikan 45 WNI di Nepal Masih Selamat
KATHMANDU Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan sekitar 45 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Nepal dalam kondisi aman. H
INTERNASIONAL
JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sinyal kuat bahwa penanganan dua kasus dugaan tindak pidana korupsi, yakni terkait pengelolaan kuota haji dan pengadaan Google Cloud, akan segera memasuki tahap penyelidikan.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, dalam konferensi pers kinerja KPK Semester I Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (6/8).
"Mudah-mudahan kalau kemudian faktanya, buktinya cukup kuat, KPK segera menaikkan status ke tingkat penyidikan," ujar Fitroh di hadapan awak media.
Dalam keterangan yang sama, Fitroh juga mengonfirmasi bahwa pihaknya akan meminta keterangan dari dua mantan pejabat tinggi negara, yaitu:
- Yaqut Cholil Qoumas, mantan Menteri Agama
- Nadiem Anwar Makarim, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Keduanya dijadwalkan hadir di KPK pada Kamis, 7 Agustus 2025 untuk memberikan klarifikasi seputar informasi yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan.
"Besok sepertinya juga ada permintaan keterangan terhadap beberapa pihak yang oleh penyelidik dianggap mengetahui terkait dugaan korupsi di sana, di Kementerian Agama dan Kemendikbudristek," tambah Fitroh.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak Yaqut Cholil Qoumas terkait kehadirannya memenuhi undangan KPK.
Sementara itu, kuasa hukum Nadiem Makarim, Mohamad Ali, menyampaikan bahwa kliennya berencana hadir dan bersikap kooperatif.
Dua kasus yang tengah dalam penyelidikan KPK ini disebut sebagai kasus besar yang menyita perhatian publik.
Fitroh menyatakan bahwa KPK tetap berkomitmen untuk menuntaskan penanganan kasus korupsi secara profesional, termasuk yang melibatkan pihak-pihak penting atau disebut sebagai "big fish".
"Kami memahami harapan masyarakat. Namun kami bekerja berdasarkan bukti yang kuat, bukan asumsi," tegasnya.
KPK disebut telah meminta keterangan sejumlah pihak sebelumnya dalam dua kasus ini.
Proses penyelidikan masih terus berlangsung secara tertutup dan mendalam.*
(cn/a008)
KATHMANDU Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan sekitar 45 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Nepal dalam kondisi aman. H
INTERNASIONAL
KATHMANDU Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan sekitar 45 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Nepal dalam kondisi aman. H
INTERNASIONAL
JAKARTA Pengamat politik Hendri Satrio menilai gelaran Merdeka Run 2026 yang diikuti lebih dari 12.000 peserta merupakan bentuk komunikasi
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita aset senilai sekitar Rp338,3 miliar dalam kasus dugaan korupsi izin usaha pertambangan (IUP) PT
NASIONAL
JOMBANG Muktamar ke35 Nahdlatul Ulama (NU) memutuskan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggunakan Ah
NASIONAL
MOSKWA Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Vladivostok, Rusia, pada 3 September 2026.
INTERNASIONAL
KEBUMEN Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan tiga petuah Jawa yang disebutnya masih relevan dalam kehidupan saat ini. Pesan
NASIONAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis sepanjang perdagangan sepekan pada 2428 Agustus 2026. Di saat yang sama, investo
EKONOMI
TAPTENG Bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Simpang Labingke, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera U
PERISTIWA
BANDA ACEH Ustaz Prof. Dr. Ali Abubakar, MA mengajak umat Islam menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memb
AGAMA