Kemarau Panjang Hantam Tanjab Timur, Warga Perdalam Sumur demi Bertahan Dapatkan Air Bersih
TANJAB TIMUR Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah warga di K
PERISTIWA
JAKARTA — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa pemberian amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi kepada Tom Lembong bukanlah keputusan yang bersifat pribadi, melainkan langkah kenegaraan yang dipertimbangkan secara mendalam oleh Presiden demi menjaga keutuhan dan kepentingan nasional.
Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui Podcast What's Up Kemenkum dan ditayangkan secara daring dari Jakarta, Rabu malam (6/8), Supratman menjelaskan bahwa keputusan tersebut berada dalam koridor kewenangan konstitusional Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.
"Saya tahu ini keputusan hukum, tapi berimplikasi politik. Tapi sekali lagi, Presiden punya pandangan yang lebih dari sekadar urusan politik, ini adalah demi Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Supratman.
Menkum menambahkan bahwa Presiden memiliki kekuasaan kehakiman yang terbatas namun istimewa, yakni dalam bentuk pemberian grasi, amnesti, abolisi, dan rehabilitasi.
Keputusan tersebut tetap harus melalui pertimbangan dan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Hak ini diberikan dengan tidak lepas dari persetujuan DPR. Maka dari itu, pro dan kontra adalah bagian dari dinamika berdemokrasi, namun tujuan akhirnya tetap demi kepentingan bangsa," tuturnya.
Supratman mengingatkan bahwa di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia, keputusan seperti pemberian amnesti dan abolisi diambil dengan melihat urgensi besar atas stabilitas politik dan hukum secara menyeluruh.
Seperti diketahui, Tom Lembong, mantan Menteri Perdagangan periode 2015–2016, sebelumnya dijatuhi vonis 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp750 juta dalam kasus dugaan korupsi importasi gula.
Namun, Presiden memberikan abolisi yang menghentikan proses hukumnya, dengan tetap mencatat bahwa perbuatannya secara hukum tetap ada.
Sementara itu, Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, juga termasuk dalam daftar 1.178 penerima amnesti, usai divonis 3 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp250 juta dalam kasus perintangan penyidikan dan pemberian suap terkait penanganan kasus Harun Masiku.
Menkum menutup pernyataannya dengan mengajak semua pihak untuk melihat keputusan ini dalam kerangka kebangsaan, bukan hanya dari sudut pandang politik atau hukum semata.
"Karena kita memiliki terlalu banyak persoalan saat ini yang harus kita atasi bersama-sama dengan semua kekuatan politik," pungkasnya.*
(at/a008)
TANJAB TIMUR Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah warga di K
PERISTIWA
ACEH BESAR Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar semakin mengkhawatirkan. Selain mengancam sektor pertanian,
PERISTIWA
SURAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat perlindungan, kesejahteraan,
NASIONAL
PAPUA Prajurit TNI kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terpencil. Di tengah medan pegunungan y
NASIONAL
JAKARTA Koalisi Masyarakat Sipil Penyelamatan Ombudsman meminta proses pengisian kekosongan Anggota Ombudsman Republik Indonesia tidak sek
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kinerja penerimaan pajak pada 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan tah
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) masih menginvestigasi penyebab dugaan keracunan yang menimpa 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jawa Te
KESEHATAN
JAKARTA Harga logam mulia berupa emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan. Pergerakan ini didorong ol
EKONOMI
JAKARTA Tiga tim telah resmi tersingkir dari ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026, terdiri dari dua tim di Grup A dan satu tim di G
OLAHRAGA
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan sementara (suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi usai kasus dugaan k
PERISTIWA