BREAKING NEWS
Kamis, 28 Mei 2026

Kronologi ASN BNN Asahan Diduga Terlibat Perampokan Bersenjata, Modus Razia Narkoba

- Jumat, 08 Agustus 2025 22:00 WIB
Kronologi ASN BNN Asahan Diduga Terlibat Perampokan Bersenjata, Modus Razia Narkoba
Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Brigjen Pol Sulistyo Pudjo. (foto: infobnn_provinsi_bali/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ASAHAN – Seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, diduga terlibat dalam aksi perampokan bermodus razia narkoba.

Pelaku, Haidar Rizal Fikri (36), diketahui bekerja di bagian logistik BNN Asahan dan memiliki akses terhadap gudang penyimpanan senjata api.

Informasi ini dikonfirmasi oleh Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Brigjen Pol Sulistyo Pudjo, yang menyebut bahwa Haidar bersama dua rekannya, Zaki (32) dan Cucur (19), berpura-pura melakukan penggerebekan narkoba sebelum merampas sepeda motor milik warga.

"Dia (Haidar) dengan kawannya melakukan penggerebekan lokasi narkoba, tapi ternyata mengambil motor orang. Saat ini sedang didalami, apakah benar lokasi itu terkait narkoba atau tidak," ujar Brigjen Pudjo saat ditemui, Jumat (8/8/2025).

Dalam menjalankan aksinya, Haidar membawa senjata api milik BNN yang diperoleh dari ruang logistik tempat ia bekerja.

Penempatan Haidar di posisi tersebut memberikan akses langsung terhadap senjata laras panjang, pistol otomatis, dan amunisi 9 mm yang kemudian digunakan dalam aksinya.

Perampokan terjadi di Kelurahan Aek Loba Pekan, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan pada Jumat, 18 Juli 2025.

Ketiga pelaku menghentikan pengendara sepeda motor sambil mengaku sebagai petugas BNN yang tengah melakukan razia narkoba.

Salah satu korban yang tidak menyadari modus tersebut menyerahkan sepeda motornya, Honda Vixion, yang kemudian dibawa kabur oleh para pelaku.

Pihak kepolisian mengungkap bahwa ketiganya telah melakukan aksi serupa di empat lokasi berbeda.

"Motif pelaku adalah ekonomi. Yang bersangkutan ingin mendapatkan keuntungan pribadi. Motor hasil rampasan rencananya akan dijual," jelas Pudjo.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi, Kepala BNN Kabupaten Asahan telah dinonaktifkan sementara untuk mempermudah proses pemeriksaan dan evaluasi internal.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru