Kebijakan Bikin Kena Mental! Survei CELIOS Sebut 75% Responden Stres di Era Prabowo
JAKARTA Sebanyak 75 persen responden dalam survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan mengaku mengalami s
NASIONAL
MEDAN — Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) akan menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap empat anggota DPRD Medan yang sebelumnya dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus pemerasan terhadap sejumlah pengusaha.
Keempat legislator tersebut mangkir dari pemeriksaan tanpa memberikan keterangan resmi atas ketidakhadirannya.
Plh Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, M. Husairi, menyampaikan bahwa pemanggilan ulang akan dilakukan pada Senin dan Selasa, 25–26 Agustus 2025.
"Perencanaan penjadwalan ulang sudah ada, mungkin rencana Senin dan Selasa. Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari yang bersangkutan soal ketidakhadiran mereka," ujar Husairi kepada awak media, Jumat (22/8/2025).
Sebelumnya, Kejati Sumut tengah menyelidiki dugaan praktik pemerasan yang diduga dilakukan oleh Ketua Komisi 3 DPRD Medan terhadap sejumlah pengusaha mikro di Kota Medan.
Modus dugaan pemerasan ini dikaitkan dengan alasan kelengkapan dokumen perizinan usaha dan kewajiban perpajakan.
"Tim penyelidik Kejati Sumut telah memanggil empat anggota Komisi 3 DPRD Medan dalam rangka permintaan keterangan," lanjut Husairi.
Empat nama yang dipanggil adalah Ketua Komisi 3 DPRD Medan berinisial SP, Sekretaris Komisi 3 DRS, serta dua anggota GRF dan EA.
Pemanggilan awal dijadwalkan berlangsung pada Kamis dan Jumat, 21–22 Agustus 2025, namun tidak satu pun dari mereka hadir.
Dalam proses penyelidikan ini, tim penyidik Kejati Sumut juga telah memanggil tiga orang pengusaha yang diduga menjadi korban pemerasan, serta tiga pejabat dari Pemerintah Kota Medan.
Ketiganya berasal dari unsur Sekretariat DPRD Medan, Kasatpol PP Kota Medan, dan Kadis Koperasi & UMKM Medan.
Kejati menegaskan bahwa proses penyelidikan akan terus berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, serta mengedepankan asas profesionalitas dan transparansi.
JAKARTA Sebanyak 75 persen responden dalam survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan mengaku mengalami s
NASIONAL
JAKARTA Sejumlah partai politik mulai menyatakan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju dalam Pemilihan Presiden (Pi
NASIONAL
DELI SERDANG Tim gabungan membakar enam barak yang diduga menjadi tempat transaksi dan penyalahgunaan narkoba di bantaran rel kereta api M
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (13/10/2026). Pelemahan terjadi keti
EKONOMI
BATU BARA Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Labuhan Ruku Dr Hamdi Hasibuan S.T,S.H,M.Hum memimpin langsung pelantikan d
NASIONAL
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) turun Rp20.000 per gram pada Selasa (13/10/2026). Berdasarkan data dari laman Logam M
EKONOMI
JAKARTA Harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran secara nasional tercatat mencapai Rp105.300 per kilogram (kg) pada Selasa (13/1
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap identitas delapan tersangka baru dalam pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pemb
HUKUM DAN KRIMINAL
OlehProf. Dr. Hariyanto, S.H.I., M.Hum., M.Pd.DUA tahun bukan waktu yang panjang bagi sebuah pemerintahan. Namun, dua tahun cukup untuk mel
OPINI
MEDAN Sejumlah wilayah di Kota Medan terdampak pemadaman listrik pada Selasa (13/10/2026). Pemadaman berlangsung sekitar tujuh jam, mulai
PERISTIWA