Menuju Jakarta 500 Tahun: Mampukah Jadi Kota Global Tanpa Meninggalkan Warganya?
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
Medan — Kasus dugaan pembunuhan berencana yang disertai pembakaran rumah, yang menewaskan Sempurna Pasaribu beserta tiga anggota keluarganya, kembali memasuki proses persidangan pada Senin (2/12/2024). Sidang kali ini merupakan agenda kedua yang menghadirkan tiga terdakwa utama: Bebas Ginting alias Bulang, Yunus Syahputra Tarigan, dan Rudi Sembiring.
Sidang ini digelar dengan dua agenda berbeda. Bebas Ginting menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), sementara dua terdakwa lainnya, Yunus dan Rudi, menjalani proses eksepsi atau keberatan terhadap dakwaan yang disampaikan.
Sebagai informasi, Bebas Ginting sebelumnya seharusnya menjalani sidang pada pekan lalu, namun agenda tersebut terpaksa ditunda karena yang bersangkutan mengalami gangguan kesehatan. Pada persidangan kali ini, Ginting kembali mengaku tidak merasa sehat. Meski demikian, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Ketua Adil Matogu Simarmata, S.H., M.H., bersama dengan hakim anggota Ahmad Hidayat, S.H., M.H., dan Dr. Arif Kurniawan, memutuskan untuk tetap melanjutkan proses persidangan. Keputusan ini diambil setelah mendengarkan pendapat dari penasehat hukum terdakwa dan tim JPU.
“Karena agenda hari ini hanya mendengarkan dakwaan, dan terdakwa sudah didampingi oleh kuasa hukum, kami memutuskan untuk melanjutkan persidangan,” ujar Ketua Majelis Hakim Adil Matogu Simarmata.
Hal serupa juga disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Karo, Randa Morgan Tarigan, S.H., yang menilai bahwa meskipun kondisi Bebas Ginting masih bisa dimaklumi, persidangan tetap harus dilanjutkan. “Karena sidang pekan lalu sudah ditunda ke hari ini, maka Majelis Hakim memutuskan untuk melanjutkan persidangan,” kata Randa.
Randa juga menjelaskan bahwa, dengan adanya pendampingan dari tim kuasa hukum, hak-hak terdakwa sudah dipenuhi. Oleh karena itu, persidangan bisa tetap dilanjutkan. Selain itu, jika sidang kembali ditunda, maka akan memperpanjang proses peradilan yang sudah berlangsung cukup lama.
Sementara itu, dua terdakwa lainnya, Yunus dan Rudi, hadir untuk menjalani sidang dengan agenda eksepsi. Namun, saat keduanya duduk di kursi terdakwa, tim kuasa hukum mereka mengajukan permohonan untuk menunda sidang. “Kami mohon agar sidang untuk agenda eksepsi hari ini ditunda, yang mulia,” ucap kuasa hukum para terdakwa, Ronal Abdi Sitepu.
Ronal menjelaskan bahwa permohonan tersebut diajukan mengingat Bebas Ginting, yang telah menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, akan mengajukan eksepsi pada pekan depan. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar sidang eksepsi untuk Yunus dan Rudi juga dilakukan bersamaan dengan agenda eksepsi Bebas Ginting pada sidang mendatang.
Kasus ini terus menyita perhatian masyarakat Karo, mengingat peristiwa pembunuhan yang dilakukan dengan cara pembakaran rumah tersebut menewaskan empat orang, termasuk Sempurna Pasaribu. Persidangan ini diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa minggu ke depan dengan agenda-agenda yang berbeda.
(JOHANSIRAIT)
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
JAKARTA Dua dari 26 tokoh yang diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak hadir d
POLITIK
JAKARTA Direktur Law Firm Pedang Keadilan & Partners Zuhri Saifudin menilai Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki peluang untuk mendiskualif
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai rangkaian perombakan pemerintahan Presiden Prabowo Su
POLITIK
MEDAN Video yang memperlihatkan seorang pedagang kaki lima (PKL) diduga dikeroyok sejumlah pria di kawasan depan Kampus Universitas Suma
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan tengah mengembangkan sistem pemerintahan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan publik melal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mayjen TNI (Purn) Prof. H.C. Dr. Rido Hermawan mengajak masyarakat melihat kembali hubungan manusia dengan dirinya sendiri, sesa
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung belum menemukan indikasi keterlibatan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam perka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Anwar Usman memilih tidak memberikan tanggapan mengenai perkara yang mempersoal
NASIONAL
OlehWerdha CandratrilaksitaRESHUFFLE lazimnya menjadi cara seorang presiden memperkuat kendali terhadap pemerintahannya. Menteri yang dinil
OPINI