JAKARTA - Tekanan terhadap institusi Polri untuk segera memeriksa dan menindak tegas Kompol Dedi Kurniawan (DK), perwira menengah di Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara, terus meningkat. Desakan ini datang langsung dari tiga anggota DPR RI, dua di antaranya dari Komisi III, yakni Nasir Djamil (PKS) dan Mangihut Sinaga (Golkar), serta Ahmad Doli Kurnia Tanjung.
Dorongan kuat ini muncul setelah ketiganya menerima pengaduan langsung dari tiga korban dugaan kriminalisasi, salah satunya Mahmudin alias Kacak Alonso, dalam pertemuan yang difasilitasi oleh LBH Gelora Indonesia di Jakarta, Kamis (11/9/2025).Long March 39 Hari Mencari Keadilan
Kacak dan dua rekannya diketahui melakukan Long March dari Tanjungbalai ke Jakarta selama 39 hari, demi mencari keadilan atas tindakan yang diduga dilakukan oleh Kompol DK. Mereka mengaku menjadi korban kriminalisasi setelah menyebarkan video CCTV penangkapan seorang warga bernama Rahmadi oleh anggota Polda Sumut, yang memuat dugaan kekerasan dalam proses penangkapan tersebut.Tak lama setelah video itu beredar, Kacak mengaku ditekan dan diancam oleh Kompol DK untuk menghapus video dan membuat video klarifikasi. Ia bahkan diminta membuat dua video klarifikasi yang diarahkan langsung oleh DK. Jika tidak menurut, ia diancam akan dijadikan tersangka.
Korban Jadi Tersangka
Alih-alih ditindaklanjuti sebagai dugaan pelanggaran prosedur, kasus ini justru berbalik menyerang Kacak dan dua temannya, yang kemudian dilaporkan oleh Kompol DK dengan tuduhan pencemaran nama baik. Laporan tersebut teregister dengan Nomor LP/B/1233/VII/2025/Polda Sumut tertanggal 31 Juli 2025.