Kemarau Panjang Hantam Tanjab Timur, Warga Perdalam Sumur demi Bertahan Dapatkan Air Bersih
TANJAB TIMUR Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah warga di K
PERISTIWA
SERDANG BEDAGAI – Seorang petani miskin asal Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Jotaris Rajagukguk alias Jahudi, kini tengah memperjuangkan keadilan setelah sempat dipenjara selama tujuh bulan atas tuduhan persetubuhan secara paksa terhadap seorang perempuan berinisial JRS.
Kasus yang menjerat Jahudi bermula ketika dirinya ditangkap dan ditahan oleh Polres Serdang Bedagai. Ia kemudian diseret ke meja hijau atas dakwaan pemaksaan hubungan badan.
Baca Juga:Namun, majelis hakim Pengadilan Negeri Sei Rampah melalui putusan Nomor 211/Pid.Sus/2023/PN Srh tanggal 8 September 2023, menyatakan Jahudi tidak terbukti bersalah dan membebaskannya dari segala tuntutan jaksa.
Atas putusan tersebut, hakim memerintahkan agar Jahudi segera dibebaskan dari tahanan. Pada 19 September 2023, ia resmi keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Klas II-B Tebingtinggi berdasarkan Berita Acara Pengeluaran Tahanan Nomor W2.PAS.PAS.17.PK.01.01-1146.
Namun, kebebasan itu menyisakan luka mendalam.
Selama tujuh bulan, tepatnya sejak 4 Maret 2023 hingga 19 September 2023, Jahudi harus meringkuk di balik jeruji besi atas perkara yang tidak pernah dilakukannya.
Kini, ia bertekad menuntut keadilan atas proses hukum yang dinilainya penuh kejanggalan. Jahudi berencana melaporkan pihak-pihak yang memberikan keterangan palsu dalam persidangan, serta menuntut pertanggungjawaban aparat kepolisian yang menangkap dan menahannya tanpa bukti kuat.
"Ini fitnah, rekayasa. Saya ingin menuntut keadilan. Saya akan menuntut semua pihak yang sudah merusak nama baik saya," tegas Jahudi.
Akan Lapor ke Propam
Baca Juga:Menurut keterangan penasihat hukumnya, kasus yang dialami Jahudi mencerminkan betapa lemahnya penegakan hukum di tingkat kepolisian. Ia menilai, masih ada praktik penanganan perkara yang jauh dari prinsip profesionalitas, sehingga rakyat kecil seperti Jahudi kerap menjadi korban.
"Kasus ini menjadi bukti mendesak bahwa reformasi di tubuh Polri harus segera dilaksanakan secara serius.
Presiden bahkan sudah membentuk Komisi Reformasi Polri, tapi praktik di lapangan masih jauh dari harapan," ujar penasihat hukum Jahudi.
Jahudi sendiri berencana melaporkan kasus yang menimpanya ke Divisi Propam Polri agar aparat yang menangani perkara tersebut dapat diperiksa. Ia berharap tidak ada lagi masyarakat kecil yang mengalami nasib serupa.*
TANJAB TIMUR Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah warga di K
PERISTIWA
ACEH BESAR Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar semakin mengkhawatirkan. Selain mengancam sektor pertanian,
PERISTIWA
SURAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat perlindungan, kesejahteraan,
NASIONAL
PAPUA Prajurit TNI kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terpencil. Di tengah medan pegunungan y
NASIONAL
JAKARTA Koalisi Masyarakat Sipil Penyelamatan Ombudsman meminta proses pengisian kekosongan Anggota Ombudsman Republik Indonesia tidak sek
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kinerja penerimaan pajak pada 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan tah
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) masih menginvestigasi penyebab dugaan keracunan yang menimpa 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jawa Te
KESEHATAN
JAKARTA Harga logam mulia berupa emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan. Pergerakan ini didorong ol
EKONOMI
JAKARTA Tiga tim telah resmi tersingkir dari ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026, terdiri dari dua tim di Grup A dan satu tim di G
OLAHRAGA
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan sementara (suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi usai kasus dugaan k
PERISTIWA