Kawal Proyek Peta Dasar Rp 4,7 Triliun BIG dari Bank Dunia, Kejagung Pasang Badan Mencegah Korupsi
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
MINAHASA - Kepolisian berhasil mengungkap identitas seorang pemuda berinisial WFT (22) yang diduga kuat sebagai sosok di balik nama hacker kontroversial Bjorka. Pemuda asal Kecamatan Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara, itu ditangkap Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya akhir September lalu.
Penangkapan ini dilakukan setelah adanya laporan dari sebuah bank swasta yang mengaku menjadi korban pembobolan data jutaan nasabahnya.
"WFT bukan lulusan SMK, bukan sarjana IT, tapi mempelajari komputer secara otodidak dari komunitas online," ungkap AKBP Fian Yunus, Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya.Baca Juga:
Dari Bjorka hingga Oposite6890
Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi menemukan WFT menggunakan berbagai nama samaran di forum gelap seperti Bjorka, SkyWave, Shint Hunter, dan Oposite6890. Aktivitas sibernya mulai terdeteksi sejak Desember 2024, dan ia diduga melakukan semua aksinya sendiri tanpa bantuan pihak lain.
Diketahui, WFT menjual data pribadi pengguna Indonesia di sejumlah forum dark web dan bahkan menggunakan media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram untuk menjajakan data tersebut. Transaksinya dilakukan dalam mata uang kripto.
"Sekali transaksi bisa bernilai puluhan juta rupiah, tergantung jenis data dan permintaan pembeli di dark web," jelas Fian.
Motif Uang dan Pemerasan
Polisi menyebut motif utama WFT adalah uang. Kasus ini mulai mencuat pada Februari 2025, ketika akun @bjorkanesiaa merilis database yang berisi 4,9 juta data nasabah milik sebuah bank. Dalam unggahan itu, WFT juga mengirimkan pesan pemerasan ke pihak bank, meski rencana tersebut gagal karena cepat dilaporkan.
"Motif pelaku adalah pemerasan. Tapi sebelum berhasil, kami sudah bergerak lebih dulu," ujar AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon, Kasubdit IV Siber Polda Metro Jaya.
Kini, penyidik tengah mendalami jumlah keuntungan yang telah diperoleh WFT dari penjualan data tersebut dan menelusuri apakah ada jaringan lain yang terlibat.
Siapa Sebenarnya WFT?
Meskipun bukan lulusan sekolah formal di bidang teknologi, WFT dikenal tertutup dan menghabiskan hampir seluruh waktunya di depan komputer. Ia mulai mengenal komunitas gelap di internet sejak 2020 dan perlahan-lahan membangun reputasi sebagai peretas andal di dunia maya.*
(bs/j006)
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
JAKARTA Akademisi Rocky Gerung menyoroti gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) terkait syarat pendidikan pencalonan Gibran Rakab
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pelestarian budaya dan cagar budaya merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya,
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi inovasi sosial yang digagas Kecamatan Medan Denai melalui program ANJELI dan K
PEMERINTAHAN
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan dilaporkan memburuk akibat sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Wali Kota Medan Rico Waas me
KESEHATAN
BANDA ACEH Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh memperkuat komitmen memberikan pelayanan yang semakin humanis dan profesional kep
PERISTIWA
MEDAN Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memasok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita dalam keg
EKONOMI
JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM meraih delapan penghargaan dalam ajang Environmental and Social Innovation Awar
NASIONAL
MEDAN Ketua Umum Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Adardam Achyar mempertanyakan pemidanaan terhadap surat yang dibuat advokat dalam menjal
POLITIK
MANDAILING NATAL Foto mobil dinas Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) digunakan untuk mengangkut
PERISTIWA