Jalan Pemprov Sumut Menuju Tangkahan Telan Korban, Dinas SDA Buka Suara
LANGKAT Jalan terputus menuju objek wisata Tangkahan, tepatnya di kawasan Titi Kurus, Desa Karya Jadi, Kecamatan Batang Serangan, Kabupa
PERISTIWA
BANDARLAMPUNG – Narapidana Rico Darma Putra melalui penasihat hukumnya, Yunizar Akbar, mengeluhkan kesulitan dalam mengambil barang bukti berupa kendaraan yang seharusnya dikembalikan berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).
Menurut Yunizar, proses administrasi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung dinilai berbelit dan tidak sesuai dengan perintah putusan pengadilan tertinggi tersebut.
"Kami kesulitan mengambil kendaraan yang sudah diputuskan untuk dikembalikan oleh Mahkamah Agung. Proses pemberkasan selalu diulur, bahkan jaksa mempertanyakan siapa pihak yang berhak. Padahal putusan hakim sudah jelas: dikembalikan kepada terdakwa," ujar Yunizar di Bandarlampung, Rabu (9/10).Baca Juga:
Ia menyebut proses pengambilan barang bukti seharusnya menjadi tindak lanjut administratif yang sederhana, bukan justru menimbulkan polemik baru.
"Pembuktian siapa yang berhak itu sudah selesai di pengadilan. Kami tidak sedang dalam ruang sidang lagi. Hakim kasasi menerima argumentasi kami, sehingga memerintahkan jaksa untuk mengembalikan barang bukti kendaraan," tegasnya.
Lebih lanjut, Yunizar juga menyoroti sikap jaksa Eka Aftarini dari Kejati Lampung yang disebut tidak kooperatif dalam proses penyerahan barang bukti tersebut.
Ia menuturkan, pihaknya sempat diundang untuk menyaksikan penyerahan kendaraan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bandarlampung pada 7 Oktober 2025. Namun, sesampainya di lokasi, jaksa yang bersangkutan disebut telah meninggalkan tempat.
"Kami sudah diundang sejak 6 Oktober untuk hadir di Rutan pada tanggal 7. Tapi saat kami datang, mereka justru sudah pergi. Ini menunjukkan ketidakkonsistenan dan tidak menghargai proses hukum," ungkapnya.
Selain itu, Yunizar menilai jaksa mempersulit proses administrasi dengan alasan tidak adanya surat kuasa asli dari narapidana. Padahal, menurutnya, kuasa hukum sudah secara sah mewakili terdakwa dalam seluruh proses hukum.
"Kalau jaksa menghargai sesama penegak hukum, seharusnya cukup dengan surat kuasa yang kami miliki. Masa harus narapidana yang datang sendiri mengambil barang bukti? Apakah jaksa bisa bon narapidana untuk ambil kendaraan itu?" ujarnya dengan nada kesal.
Kuasa hukum berharap Kejati Lampung menunjukkan profesionalitas dan menghormati putusan hukum yang sudah final. Ia menegaskan, pihaknya tidak menuntut lebih dari yang telah ditetapkan pengadilan, melainkan hanya menagih pelaksanaan putusan yang sah secara hukum.
"Kami hanya meminta agar Kejaksaan melaksanakan putusan Mahkamah Agung dengan benar. Ini bukan soal menang atau kalah, tapi soal kepastian hukum bagi klien kami," tutur Yunizar.
LANGKAT Jalan terputus menuju objek wisata Tangkahan, tepatnya di kawasan Titi Kurus, Desa Karya Jadi, Kecamatan Batang Serangan, Kabupa
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto membuka peluang melakukan perombakan atau reshuffle kabinet menjelang dua tahun pemerintahannya. Parta
POLITIK
ACEH UTARA Sejumlah penyintas banjir di hunian sementara (huntara) Desa Keude Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Aceh,
PERISTIWA
JAKARTA Kementerian Sosial (Kemensos) mencairkan dana bantuan sebesar Rp435,3 miliar untuk membantu pemulihan masyarakat yang terdampak
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa Roy Suryo menyebut tiga akun media sosial yang menurutnya menjadi pemicu perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menilai hakim dapat memerintahkan mantan Presiden Joko Widodo atau J
HUKUM DAN KRIMINAL
LANGKAT Kecelakaan tunggal terjadi di Dusun Titi Kurus, Desa Karya Jadi, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, S
PERISTIWA
JAKARTA Pemerintah Indonesia menyatakan produksi beras nasional telah mencapai swasembada dan Indonesia kembali melakukan ekspor beras k
EKONOMI
JAKARTA Komedian Andre Taulany resmi menikahi Amanda Rigby pada Minggu, 20 September 2026. Momen akad nikah keduanya beredar di media so
ENTERTAINMENT
MEDAN Koordinator Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Gandi Parapat, menyerukan agar seluruh orang tua siswa melara
KESEHATAN