Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk perawatan, namun akhirnya meninggal dunia.
Sosok Korban Paulus Pende Paulus Pende merupakan penyandang tuna rungu dan tuna wicara. Ia sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek di Kota Ende dan dikenal humoris serta mudah bergaul.
Korban meninggalkan seorang istri dan dua anak. Paman korban, Antonius Kapo, mengatakan meski tuna rungu dan tuna wicara, korban tetap bisa berkomunikasi dengan baik dengan keluarga dan teman-temannya.
Kapolres AKBP Joni menegaskan ucapan korban meski terbatas tetap bisa dipahami pelaku dan saksi di lokasi kejadian.
Misteri Luka Sayatan Kapolres menjelaskan luka sayatan di tangan korban terjadi saat perebutan parang milik korban dengan pelaku.
"Parang itu milik korban. Saat dipukul pertama kali, korban mengambil parang, lalu terjadi perkelahian fisik hingga mengenai tangan korban. Fakta ini akan kami dalami lebih lanjut," ujar AKBP Joni Mahardika.
Polres Ende menegaskan kasus ini akan ditindaklanjuti secara tegas baik secara disiplin kepolisian maupun hukum pidana, untuk memastikan keadilan bagi korban Paulus Pende.*