Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BATU BARA — Kasus dugaan perselingkuhan kembali mencoreng wajah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Batu Bara.
Seorang oknum Kabid di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) berinisial RY bersama seorang tenaga honorer berinisial YD
dilaporkan tertangkap basah oleh aparat Polda Sumut di sebuah penginapan di Kota Medan, Sabtu (14/11/2025).
Baca Juga:
Peristiwa ini sontak memicu reaksi dari berbagai elemen masyarakat.
Ketua Umum Gerakan Masyarakat Bersatu Membangun Batubara (Gema Satu Membara), Jekson Siahaan, SH, menyayangkan tindakan tidak terpuji tersebut.
Ia menilai perbuatan RY telah mencoreng integritas ASN yang seharusnya menjadi teladan.
"Sangat disayangkan seorang Kabid bertindak demikian. Ini menunjukkan tidak adanya moral dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai ASN di Disdukcapil," tegas Jekson.
Ia juga mendesak Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, SH MH, untuk mengevaluasi Plt Kepala Disdukcapil berinisial KL, oknum Kabid RY, serta tenaga honorer YD.
Menurut Jekson, aroma perselingkuhan ini diduga tidak hanya terjadi pada individu, melainkan sudah menjadi budaya buruk yang luput dari pengawasan pimpinan.
"Plt Kadis diduga menutup-nutupi perbuatan tercela di tubuh Disdukcapil. Ini harus segera dievaluasi," ujarnya.
Tokoh Pemuda: Disdukcapil Sudah Jadi Ajang Perselingkuhan
Tokoh pemuda Batu Bara, Acik Olan, turut angkat bicara.
Ia menilai kasus ini bukan hal baru, bahkan sudah menjadi rahasia umum di lingkungan Disdukcapil Batu Bara.
"Disdukcapil seharusnya tempat pelayanan masyarakat, bukan tempat melayani hasrat pribadi antara ASN dan honorer," ucap Olan.
Olan juga meminta Bupati untuk segera mencopot Plt Disdukcapil KL yang dinilai gagal menegakkan disiplin.
Ia mengungkapkan bahwa dugaan perselingkuhan di instansi itu sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir.
"Pada 2023, pernah ada TKS wanita yang suaminya merantau ke Malaysia, tetapi menjalin asmara dengan TKS pria berinisial AD. Ini bukan hal baru," jelasnya.
Keharmonisan Bekerja Jangan Disalahgunakan
Menurut Olan, keharmonisan dalam bekerja memang penting, namun tidak boleh bergeser menjadi keromantisan.
"Keharmonisan itu perlu dalam bekerja, tetapi jangan sampai berubah menjadi perselingkuhan yang merugikan banyak pihak," tambahnya.
Baik Olan maupun Jekson kompak menyatakan bahwa dugaan perselingkuhan antara ASN dan Non-ASN di Disdukcapil telah menjadi perbincangan luas masyarakat.
"Kami menduga kepala dinas melindungi pihak-pihak yang melakukan pelanggaran sehingga mereka bebas berbuat selingkuh tanpa sanksi," ungkap Olan.
Aktivis Minta Bupati Segera Bertindak Tegas
Gabungan aktivis Batu Bara mendesak Bupati untuk:
Mencopot Kabid RY, yang diduga menyebabkan keretakan rumah tangga dari pihak berinisial DN dan YD.
Menindak tegas TKS yang terlibat demi menjaga moralitas dan keharmonisan lingkungan kerja.
Mengevaluasi Plt Kadis KL, yang dianggap gagal menertibkan internal Disdukcapil.
"Jika tidak ditindak, praktik perselingkuhan di lingkungan Disdukcapil akan semakin merusak moral masyarakat," tutup Olan.*
(dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.