Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Negosiasi hanya dilakukan satu hari untuk memberi kesan tidak ada persekongkolan, padahal faktanya ditemukan persekongkolan jahat," ujar Asbach.
Dari hasil pengiriman ke sekolah-sekolah, penyidik menemukan adanya perbedaan spesifikasi barang dan harga pasaran yang jauh lebih rendah.
"Perbedaan spek dan mark up harga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 20 miliar," kata Asbach.
Dalam konferensi pers, Saiful Abdi tidak dihadirkan karena sedang menjalani hukuman di Lapas Kelas I Medan dalam kasus lain.
Sementara Supriadi resmi ditahan di Rutan Kelas I Medan.
Kejari Langkat menegaskan penyidikan masih terus berjalan.
"Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru," ujar Asbach.*
(tm/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.