Prakiraan Cuaca Bali Kamis 20 Agustus 2026: Mayoritas Wilayah Cerah, Bangli Hujan Ringan
DENPASAR Cuaca di sejumlah wilayah Bali pada Kamis, 20 Agustus 2026, diprakirakan didominasi kondisi cerah. Hanya Bangli yang berpotensi
NASIONAL
JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan dugaan penggelapan aset senilai Rp600 miliar yang dituduhkan kepada penyidiknya tidak berdasar.
Lembaga antirasuah itu justru menduga ada pihak yang memalsukan dokumen berita acara penyitaan dalam kasus suap pengurusan perkara yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Hasbi Hasan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan temuan tersebut muncul setelah pihaknya menelusuri laporan yang diajukan Linda Susanti ke Bareskrim Polri.Baca Juga:
Linda saksi dalam perkara Hasbi menuduh penyidik KPK menggelapkan sejumlah aset berupa emas, uang dalam bentuk dolar Singapura, hingga sertifikat tanah.
"Kami perlu jelaskan bahwa dalam perkara HH ini, KPK melakukan penyitaan terhadap sejumlah dokumen. Dari berita acara penyitaan tersebut, diduga ada yang dipalsukan oleh oknum-oknum tertentu," kata Budi, Sabtu, 29 November.
Ia menjelaskan perubahan mencolok terjadi pada satu baris dokumen yang semula berisi keterangan penyitaan dokumen, lalu diubah menjadi penyitaan safe deposit box yang kemudian diklaim berisi aset Linda.
"Berita acara penyitaan yang asli kami miliki. Sementara dokumen yang beredar itu diduga telah dihapus satu barisnya dan diganti dengan keterangan lain," ujar Budi.
Belum Ada Laporan Resmi dari Bareskrim
Budi menegaskan hingga kini KPK belum menerima pemberitahuan resmi dari Bareskrim mengenai laporan terhadap penyidik mereka.
Namun, ia mengatakan lembaganya memantau perkembangan isu ini karena menyangkut pemalsuan dokumen yang dapat menyesatkan publik.
"Kami mendapatkan informasi ada modus dugaan penipuan menggunakan dokumen yang dipalsukan. Ini menjadi concern kami," tegasnya.
Pelapor Ultimatum DPR
Sebelumnya, Linda melalui kuasa hukumnya, Deolipa Yumara, mengancam akan mengadukan kasus ini ke DPR jika KPK tidak segera mengembalikan aset yang ia klaim sebagai miliknya.
Ia bersikukuh barang-barang yang disita tidak relevan dengan kasus Hasbi Hasan.
"Kalau tidak ada respons, kami menduga ada penggelapan aset. Bisa kami laporkan ke Mabes Polri," kata Deolipa.
KPK menyatakan siap menghadapi proses hukum sambil memastikan dokumen asli tetap berada di tangan penyidik.
Lembaga antirasuah itu menilai isu ini berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu untuk menggiring opini bahwa kerja penyidik tidak profesional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak Linda terkait dugaan pemalsuan dokumen yang disebutkan KPK.*
(v/um)
DENPASAR Cuaca di sejumlah wilayah Bali pada Kamis, 20 Agustus 2026, diprakirakan didominasi kondisi cerah. Hanya Bangli yang berpotensi
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan), Budi Mulyawan atau Cepy, mendorong Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung se
NASIONAL
MEDAN Peluncuran operasional uji coba Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang berbasis bus listrik mendapat sambutan positif dari dunia usaha.
EKONOMI
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menghadirkan Pangasean Siregar, Site Engineer PT Hutama Karya (Persero),
HUKUM DAN KRIMINAL
RIAU Setelah 11 tahun menghilang, Tengku Muhammad Nasir akhirnya ditangkap tim Satgas Intelijen Reformasi dan Inovasi (SIRI) Kejaksaan A
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepolisian Sektor Jagakarsa mengungkap identitas pria tanpa busana yang diduga memukul sejumlah pengendara sepeda motor di Jalan
HUKUM DAN KRIMINAL
KARO Sepekan berlalu sejak kasus dugaan keracunan setelah konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Berastagi, Kabupaten Karo,
PERISTIWA
MEDAN Polrestabes Medan menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus rudapaksa terhadap seorang remaja berinisial SRA di Kota M
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi pameran foto bertajuk Prahara Pulau Emas yang digelar Pewarta Foto Indone
PEMERINTAHAN
MEDAN Persaingan menuju Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sumatera Utara mulai mengerucut pada dua nama calon Ketua DPD Partai D
POLITIK