Isu Kafe de'Clan Milik Jampidsus Febrie Adriansyah Mencuat, Polda Metro Angkat Bicara
JAKARTA Polda Metro Jaya merespons isu yang menyebut Kafe de&039Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, merupakan milik Jak
HUKUM DAN KRIMINAL
SULSEL –Muhammad Said Didu merespons permintaan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) yang memintanya melaporkan dan membuktikan pernyataannya terkait dugaan adanya pasangan calon gubernur (cagub) Sulsel yang dibekingi bandar narkoba. Said Didu menegaskan bahwa pernyataan tersebut sudah menjadi rahasia umum di masyarakat Sulsel.
“Saya kan orang sana, jadi sudah paham betul betapa bahayanya narkoba di sana. Sudah sangat berbahaya. Orang paham semua kok siapa bandarnya, dan itu orang kuat,” ujar Said Didu.
Said Didu menyebutkan bahwa bandar narkoba yang dimaksudnya diduga turut terlibat dalam mendukung pasangan calon pada pemilihan gubernur dan bupati di Sulsel. Ia mengimbau masyarakat agar tidak memilih calon yang didukung oleh bandar narkoba.
“Saya berharap rakyat jangan lagi memilih calon yang didukung oleh bandar narkoba atau yang terkait. Ini demi menyelamatkan masa depan Sulsel dan generasi muda kita,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap salah satu kabupaten di Sulsel yang menurutnya kini dikenal sebagai lumbung narkoba dan penipuan online, padahal sebelumnya dikenal sebagai lumbung pangan dan ulama.
Ketika diminta Polda Sulsel untuk melaporkan dan membuktikan pernyataannya, Said Didu menilai bahwa pihak kepolisian sudah mengetahui siapa sosok yang dimaksud.
“Polisi tahu semua. Jadi, saya rasa tidak perlu ditanggapi lebih jauh. Yang merasa sebagai bandar narkoba dan terlibat, berhenti saja, karena ini merusak bangsa Indonesia,” ujarnya.
Said Didu menambahkan bahwa publik di Sulsel juga sudah memahami siapa sosok bandar narkoba yang dimaksud, menyebutnya sebagai rahasia umum.
Sebelumnya, Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono meminta pihak yang memiliki bukti terkait dugaan keterlibatan bandar narkoba dalam mendukung cagub untuk segera melapor.
“Harus dilaporkan. Kalau ada bukti-buktinya, laporkan,” ujar Irjen Yudhiawan kepada detikSulsel, Rabu (20/11/2024).
Kapolda menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa melakukan penyelidikan tanpa indikasi pidana yang jelas.
“Harus ada indikasi. Jangan katanya-katanya,” tambahnya.
Isu ini telah menarik perhatian publik Sulsel, terutama menjelang Pilkada 2024. Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam memilih pemimpin dan tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang memiliki agenda merugikan bangsa.
Untuk perkembangan berita lebih lanjut, pantau terus portal kami. (N/014)
JAKARTA Polda Metro Jaya merespons isu yang menyebut Kafe de&039Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, merupakan milik Jak
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sejumlah prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) terlihat melakukan penjagaan di sekitar rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana
NASIONAL
JAKARTA Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, di kediaman
NASIONAL
JAKARTA Tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya menyita uang tunai senila
HUKUM DAN KRIMINAL
BENER MERIAH Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, me
NASIONAL
JAKARTA Tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya menemukan sebuah brankas beri
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara menerima tambahan pasokan sebanyak 18.000 ton beras dari pemerintah pusat. Tambahan stok
EKONOMI
JAKARTA Persaingan Piala Dunia 2026 semakin memanas setelah turnamen sepak bola terbesar dunia itu memasuki babak perempat final atau de
OLAHRAGA
MEDAN Menjaga kesehatan menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis. Kesadaran untuk menerapkan pola hidup
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang memimpin rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pim
PEMERINTAHAN