Ekosistem Film Indonesia Terancam, Budi Mulyawan Dorong UMKM Jadi Tulang Punggung
JAKARTA Industri perfilman nasional, meski menunjukkan angka penonton yang tinggi dan pangsa pasar domestik mencapai 65 persen, dinilai
EKONOMI
JAKARTA – Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim didakwa memperkaya diri sendiri sebesar Rp 809,5 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.
Dakwaan ini disampaikan dalam sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).
Baca Juga:Jaksa dalam persidangan menyebutkan bahwa Nadiem menyalahgunakan wewenangnya dengan mengarahkan spesifikasi pengadaan laptop Chromebook yang menjadikan Google sebagai satu-satunya penyedia teknologi pendidikan di Indonesia.
Dalam dakwaan tersebut, Nadiem dianggap telah menyebabkan kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp 2,1 triliun.
"Memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yaitu terdakwa Nadiem Anwar Makarim sebesar Rp 809,5 miliar," ujar salah satu jaksa dalam sidang tersebut.
Menurut jaksa, keuntungan pribadi Nadiem diduga berasal dari investasi Google ke perusahaan yang dia miliki, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB), yang melalui PT Gojek Indonesia.
Investasi Google ini tercatat pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dengan nilai yang sangat signifikan, termasuk investasi sebesar USD 786 juta oleh Google ke PT AKAB.
Penyalahgunaan wewenang ini terjadi pada Maret 2020, saat Nadiem mengarahkan penggunaan Google Workspace for Education di Kemendikbud.
Kemudian, pada tahun 2021, Google kembali melakukan investasi besar-besaran ke perusahaan milik Nadiem, setelah ia mengeluarkan regulasi yang menjadikan produk Google sebagai satu-satunya platform yang digunakan dalam pengadaan TIK di sektor pendidikan.
Selain Nadiem, ada tiga terdakwa lainnya yang juga terlibat dalam kasus ini, yaitu Ibrahim Arief, Mulyatsyah, dan Sri Wahyuningsih, yang masing-masing pernah menjabat sebagai konsultan teknologi dan pejabat di Kemendikbud.
Mereka dihadapkan dengan dakwaan yang sama, dan diduga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 2,1 triliun.
Pada sidang tersebut, Nadiem juga menjelaskan kondisi kesehatannya setelah sempat dirawat di rumah sakit selama 21 hari.
Hakim memberikan tenggat waktu hingga 5 Januari 2026 untuk melanjutkan sidang dakwaan setelah penundaan dua kali.*
Baca Juga:
JAKARTA Industri perfilman nasional, meski menunjukkan angka penonton yang tinggi dan pangsa pasar domestik mencapai 65 persen, dinilai
EKONOMI
TAPANULI SELATAN Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, didesak segera mengevaluasi kinerja Plt Kepala Dinas Pendidikan terkait p
POLITIK
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri akan terus menjamin kebebasan berpendapat dan ruang kritik bagi mas
POLITIK
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan Indonesia tidak melakukan impor beras maupun ayam dari Am
EKONOMI
BINJAI S.A. Fipia Siregar, mewakili Ketua TP PKK Kota Binjai, mengikuti Sosialisasi Nasional Program PRASARA dan VISTARA secara virtual,
PEMERINTAHAN
PANDEGLANG Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menggunak
POLITIK
ASAHAN, 24 Februari 2026 Pemerintah Kabupaten Asahan resmi mengawali rangkaian Safari Ramadhan 1447 H dengan mengunjungi 13 kecamatan ya
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Polda Aceh menggelar lomba kebersihan ruangan di seluruh satuan kerja (Satker) dan asrama polisi (Aspol) selama dua hari, 26
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan akan menyempurnakan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan Nomor 500.7.1/1540 tentang Penataan Lokasi dan Pengelo
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menjelang Ramadan, fitur DANA Kaget dari DANA Indonesia kembali ramai dibagikan di media sosial. Sejumlah tautan yang beredar me
EKONOMI