Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BONE — Sebuah video yang diduga merekam praktik suap oknum polisi saat menangani kasus narkoba viral di media sosial, memicu perhatian publik di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu (14/1/2026).
Dalam rekaman berdurasi 1 menit 32 detik yang awalnya beredar di grup WhatsApp sebelum menyebar ke platform media sosial lainnya, seorang perempuan yang mengaku sebagai ibu rumah tangga menyebut telah menyerahkan uang sebesar Rp15 juta agar anggota keluarganya yang terjerat kasus narkoba bisa dibebaskan.
Video tersebut menyebut nama seorang oknum polisi bernama Sulaiman, yang diklaim menjabat sebagai Kepala Unit (Kanit) di Polres Bone.
Baca Juga:
Percakapan dalam video menggunakan bahasa Bugis, menampilkan pengakuan perempuan tersebut dan interaksi melalui telepon terkait penyerahan uang.
"Yerro pe aga bettuangna u waja toni detto nassu. Semoga keluarji, sudahmi dibayar. Tapi kalau tidak keluar i samaji bohong," ujar suara perempuan dalam rekaman.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kasat Narkoba Polres Bone, Iptu Irham, menegaskan bahwa pihaknya menolak keras tudingan praktik suap.
Ia mengatakan tidak ada permintaan maupun penerimaan uang dalam proses penanganan kasus narkoba di wilayah hukumnya.
"Tidak ada permintaan uang sama sekali. Semua yang ada di video itu kami klarifikasi dengan menghadirkan pihak-pihak terkait," ujar Iptu Irham.
Pihaknya juga memanggil semua pihak yang disebut terlibat untuk memastikan kebenaran informasi dalam video.
Polres Bone sendiri membawahi 26 Polsek di berbagai kecamatan, berlokasi di Jalan Yos Sudarso Nomor 27, Kelurahan Tibojong, Kecamatan Tanete Riattang Timur, sekitar 174 kilometer dari Kota Makassar.
Hingga saat ini, kebenaran dugaan suap yang beredar di media sosial masih dalam proses klarifikasi, sementara masyarakat Bone menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.*
(sr/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.