Makna Spiritual Idul Fitri: Jangan Hanya Pakaian Baru dan Hidangan, Lakukan Muhasabah
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
TAPANULI SELATAN – Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan kembali menggelar sidang sengketa lahan adat antara Parsadaan Siregar Siagian dengan PT Agincourt Resources (PTAR) pada Kamis (22/1/2026).
Sidang kali ini fokus pada pemeriksaan saksi dari pihak penggugat terkait tuntutan ganti rugi atas lahan seluas 190 hektare yang diduga telah lama dikuasai oleh PTAR.
Kuasa hukum penggugat, RHa Hasibuan, mengatakan jalannya persidangan berlangsung sesuai prosedur hukum dan kini memasuki tahapan penentuan.Baca Juga:
"Agenda hari ini fokus pada pemeriksaan saksi dari pihak penggugat. Seluruh keterangan sesuai fakta telah disampaikan dan diuji majelis hakim," ujar Hasibuan.
Sidang berikutnya akan memeriksa saksi dari pihak tergugat, sementara pemeriksaan lanjutan saksi penggugat dijadwalkan pada 6 Februari mendatang.
Hasibuan menegaskan PTAR hingga kini belum menuntaskan kewajiban ganti rugi kepada masyarakat adat.
"Lahan digunakan, hasilnya dinikmati, tapi hak masyarakat adat tidak pernah dipenuhi. Itu dasar gugatan perbuatan melawan hukum yang kami ajukan," tambahnya.
Tak hanya PTAR, gugatan ini juga menyoroti peran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Menurut penggugat, pemerintah daerah seharusnya menyelesaikan persoalan verifikasi lahan secara konkret, bukan membiarkannya berlarut-larut.
"Kalau ganti rugi sudah dibayarkan melalui pemerintah, buka secara transparan. Jangan klaim sepihak tanpa data yang bisa diuji di pengadilan," kata Hasibuan.
Di tengah proses hukum yang berjalan, Ketua Parsadaan Siregar Siagian, Fahran Siregar, meminta perhatian langsung Presiden RI agar membantu menyelesaikan konflik lahan adat secara adil.
"Kami memohon kepada Bapak Presiden untuk ikut menyelesaikan sengketa ini," ujarnya.
Konflik agraria ini kembali menjadi sorotan publik karena belum ada kepastian hukum meski izin PTAR sempat dicabut pemerintah pusat.
Kuasa hukum penggugat menekankan pencabutan izin saja tidak cukup tanpa penyelesaian hak masyarakat adat.
"Status lahan dan ganti rugi belum jelas, meski verifikasi sudah dilakukan dan rapat digelar," kata Hasibuan.
Pihak tergugat dalam kasus ini terdiri dari:
1. PT Agincourt Resources – Tergugat I
2. Bupati Tapanuli Selatan – Tergugat II
3. Tim Pembebasan Tanah Kabupaten Tapanuli Selatan – Tergugat III
4. Ketua FK Alam – Turut Tergugat I
5. BPN Tapanuli Selatan – Turut Tergugat II
Sidang lanjutan dijadwalkan pekan depan dan diperkirakan menjadi momentum penting untuk menguji tanggung jawab PTAR serta peran pemerintah daerah dalam sengketa lahan adat yang telah berlangsung bertahun-tahun.*
(dh)
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
BANDA ACEH Ribuan warga Banda Aceh dan sekitarnya memadati jalanjalan protokol kota untuk mengikuti Pawai Takbir Idul Fitri 1447 Hijria
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan masyarakat Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, memad
NASIONAL
MEDAN Memasuki hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (22/03/2026), Plaza Medan Fair dipadati pengunjung yang ingin menghabiskan wak
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah bersama warga di Masjid Darussalam, Desa Simpang Empat
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, telah mencapai
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, 21 Maret 2026. Kehadiran Pr
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan warga memadati Masjid Agung Al Abror, Padangsidimpuan, Sumatera Utara, untuk melaksanakan Salat Idul Fitri, Sabtu
NASIONAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau dikenal Mualem, membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warga melalui timnya di Meuligo
NASIONAL
ACEH TAMIANG Menutup bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, bersama Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavi
PEMERINTAHAN