BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

KPK Gelar OTT di KPP Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Tim Masih Lakukan Pendalaman Kasus

Nurul - Rabu, 04 Februari 2026 14:19 WIB
KPK Gelar OTT di KPP Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Tim Masih Lakukan Pendalaman Kasus
Gedung KPK. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANJARMASIN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu, 4 Februari 2026, di Kalimantan Selatan.

Lokasi operasi kali ini berada di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banjarmasin.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan informasi tersebut.

Baca Juga:

"Benar, di Kalsel," ujar Fitroh saat dikonfirmasi. Ia menegaskan OTT tidak terkait kepala daerah, melainkan menyasar pegawai dan proses di KPP Banjarmasin.

Meski demikian, Fitroh enggan merinci duduk perkara maupun pihak-pihak yang terlibat, karena penyelidikan masih berlangsung.

"Masih pendalaman," ujarnya singkat.

Operasi tangkap tangan ini menjadi bagian dari upaya KPK memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di berbagai lembaga negara dan pemerintah daerah, termasuk sektor pajak.

OTT yang dilakukan KPK selalu dilakukan secara senyap untuk mencegah hilangnya barang bukti dan memastikan proses hukum berjalan efektif.

KPK meminta masyarakat menunggu informasi resmi setelah tim penyidik menyelesaikan proses pendalaman.

Langkah ini sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh aparatur pajak dan instansi terkait untuk menjaga integritas dan transparansi dalam menjalankan tugas.*

(in/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KPK Periksa Mantan Dirut Pertamina Elia Massa Manik Sebagai Saksi Kasus Korupsi Jual Beli Gas PGN
KPK Periksa Eks Dirut Pertamina dan Lima Saksi Terkait Dugaan Korupsi Jual Beli Gas PGN
Paulus Tannos Ajukan Praperadilan Kedua, KPK Pastikan Proses Ekstradisi Tetap Jalan
Diduga Hilangkan Barang Bukti Kasus Kuota Haji, Petinggi Maktour Travel Dibidik KPK
Jelang Imlek dan Ramadan, Harga Referensi Minyak Sawit Mentah Indonesia Meroket ke 918,47 Dolar AS per Ton
Diduga Terkait Pemerasan RPTKA, Hanif Dhakiri Kembali Dipanggil KPK
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru