BREAKING NEWS
Selasa, 03 Maret 2026

12 Pria Berpakaian Preman Hadang Polisi Saat Sita Tambang Ilegal di Madina

Indra Saputra - Selasa, 03 Maret 2026 07:46 WIB
12 Pria Berpakaian Preman Hadang Polisi Saat Sita Tambang Ilegal di Madina
Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus dan Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sumatera Utara diadang sekelompok orang tak dikenal saat menyita dua unit ekskavator yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI, Senin, 2 Maret 2026. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MADINA – Upaya penertiban tambang emas ilegal di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, berujung ketegangan.

Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus dan Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sumatera Utara diadang sekelompok orang tak dikenal saat menyita dua unit ekskavator yang diduga digunakan untuk aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Senin, 2 Maret 2026.

Operasi digelar sekitar pukul 06.00 WIB di kawasan Hutan Produksi Terbatas wilayah KPH 8, Kecamatan Siabu.

Baca Juga:

Dua alat berat itu ditemukan di area yang diduga menjadi lokasi pengerukan emas ilegal di Desa Muara Batang Angkola dan Huta Godang Muda.

Saat proses pengamanan berlangsung, sekitar 12 pria berpakaian preman disebut berupaya menghalangi petugas. Mereka mencoba merebut kembali ekskavator yang telah diamankan agar tidak dibawa ke markas kepolisian.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Ferry Walintukan, membenarkan adanya penghadangan tersebut.

Namun, ia belum merinci identitas maupun latar belakang kelompok yang melakukan intervensi.

"Infonya yang saya dapat, ada yang berusaha mengambil alat berat yang sudah diamankan," ujar Ferry di Medan, Senin, 2 Maret 2026.

Aktivitas Meluas

Berdasarkan informasi di lapangan, aktivitas tambang emas ilegal di kawasan tersebut telah berlangsung sekitar tiga pekan.

Pada awalnya, jumlah alat berat yang beroperasi diperkirakan lima unit. Namun dalam perkembangannya, jumlahnya meningkat hingga belasan unit.

Pengerukan di kawasan hutan lindung dan hutan produksi terbatas itu memicu kekhawatiran akan kerusakan ekosistem permanen, termasuk potensi longsor dan pencemaran aliran sungai.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hujan Sedang Guyur DIY, Sleman Berpotensi Disertai Petir
Hujan Guyur Hampir Seluruh Bali, Bangli Berpotensi Disertai Petir
Tim Brimob dan Ditreskrimsus Polda Sumut Sita 14 Ekskavator di Tambang Emas Ilegal Madina, 7 Orang Ditangkap
Tim Brimob Polda Sumut Amankan Dua Ekskavator Diduga untuk Tambang Emas Ilegal di Tapanuli Selatan
Pasar Saham Tertekan! IHSG Turun 1,88 Persen di Tengah Isu Timur Tengah
Ketegangan Timur Tengah Memuncak, Perancis, Jerman dan Inggris Bersiap Ikut Operasi Militer di Timur Tengah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru