Harga Cabai Rawit Tembus Rp74 Ribu/kg, Telur Ayam Masih Bertahan di Level Tinggi
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan di pasar nasional terpantau masih tinggi. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategi
EKONOMI
JAKARTA — Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, semakin menambah sorotan publik setelah adanya dugaan sabotase dalam proses penegakan hukum.
Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, mengungkapkan keprihatinannya terhadap perbedaan mencolok antara hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya dan pernyataan dari TNI melalui Pusat Polisi Militer (Puspom).
Hendardi menilai perbedaan tersebut membingungkan publik dan berpotensi mengganggu transparansi serta kelancaran pengungkapan kasus.Baca Juga:
Sebelumnya, Puspom TNI mengumumkan bahwa empat anggota Denma BAIS TNI, yakni NDP, SL, BHW, dan ES, telah diamankan atas dugaan keterlibatan dalam penganiayaan berencana.
Namun, Polda Metro Jaya mengungkapkan dua inisial pelaku, yakni BAC dan MAK, bahkan menyatakan kemungkinan lebih banyak pelaku terlibat.
"Perbedaan narasi ini tidak hanya membingungkan, tetapi juga dapat mengaburkan proses hukum yang sedang berjalan. Ini terlihat jelas sebagai upaya interupsi dalam proses penyidikan yang sedang berlangsung," kata Hendardi, Kamis (19/3/2026), menanggapi pernyataan kedua institusi yang saling berbeda.
Perbedaan Informasi yang Membingungkan Publik
Menurut Hendardi, meskipun Polda Metro Jaya telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam penyelidikan, termasuk mengumpulkan bukti kuat melalui rekaman CCTV dan keterangan saksi, munculnya informasi yang tidak konsisten dari pihak TNI justru merusak fokus proses pengungkapan.
Ia pun mendesak agar Presiden Prabowo Subianto segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang melibatkan berbagai pihak, seperti Polri, Komnas HAM, dan masyarakat sipil, untuk memastikan penyelidikan ini objektif dan komprehensif.
"Pembentukan TGPF sangat penting agar pengungkapan kasus ini bisa dilakukan secara transparan dan menyeluruh, tanpa adanya intervensi dari pihak manapun," ujar Hendardi, yang juga menekankan bahwa jika ada keterlibatan prajurit TNI, proses hukum harus tetap dilakukan melalui peradilan umum, bukan dialihkan ke peradilan militer.
Keterlibatan BAIS TNI dalam Kasus Ini
Hendardi juga menyoroti dugaan keterlibatan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dalam peristiwa tersebut, yang jika terbukti, merupakan pelanggaran serius terhadap fungsi intelijen negara.
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan di pasar nasional terpantau masih tinggi. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategi
EKONOMI
MEDAN Dua pemulung pencari sisa bakaran besi dan timah ditemukan meninggal dunia usai tertimbun runtuhan tanah bercampur material bekas
PERISTIWA
JAKARTA IHSG dibuka melemah pada perdagangan Rabu (13/5/2026) pagi. Tekanan jual di sejumlah saham unggulan membuat indeks langsung terk
EKONOMI
JAKARTA Presiden ke7 RI Joko Widodo atau Jokowi disebut telah pulih hingga 99 persen setelah sempat menjalani masa pemulihan kesehatan.
NASIONAL
LOMBOK UTARA Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, merespons laporan Indonesia Corruption Watch (ICW) ke Komisi Pemberantasan Korup
NASIONAL
JAKARTA Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, menyampaikan apresiasi kepada tim pencarian dan pertolongan (SAR) Indonesia ya
NASIONAL
JAKARTA Nama Josepha Alexandra menjadi sorotan publik usai viral di media sosial karena diduga dicurangi dalam final Lomba Cerdas Cermat (
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto meminta seluruh kementerian dan lembaga menyinkronkan penyaluran bantuan sosial (bansos) menggunakan
NASIONAL
JAKARTA Harga Emas Antam pada perdagangan hari ini, Rabu (13/5/2026), mengalami penurunan cukup tajam setelah sempat menguat sehari sebelu
EKONOMI
JAKARTA KPK memeriksa mantan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumatera Utara, Stanley Cicero Haggard Tuapatti
HUKUM DAN KRIMINAL