BREAKING NEWS
Minggu, 29 Maret 2026

Profil Samin Tan, Orang Terkaya Indonesia yang Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Tambang Batu Bara

Adelia Syafitri - Minggu, 29 Maret 2026 09:47 WIB
Profil Samin Tan, Orang Terkaya Indonesia yang Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Tambang Batu Bara
Tim penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung resmi menahan pengusaha Samin Tan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan tambang PT AKT. (Foto: Beritasatu/Muhammad Aulia Rahman)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Samin Tan kembali menjadi sorotan publik setelah Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan pertambangan batu bara di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.

Penyidik menilai telah mengantongi alat bukti yang cukup untuk menetapkan status hukum Samin Tan.

Ia langsung ditahan di Rutan Salemba Kejaksaan Agung pada Sabtu (28/3/2026) dini hari.

Baca Juga:

Perkara ini terkait aktivitas PT Asmin Koalindo Tuhup, yang diketahui tetap melakukan penambangan dan penjualan batu bara meskipun izin usaha telah dicabut sejak 2017.

Dugaan penyalahgunaan ini juga melibatkan oknum penyelenggara negara yang memiliki kewenangan dalam pengawasan pertambangan.

Sejumlah lokasi di Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan telah digeledah untuk memperkuat bukti.

Sementara potensi kerugian negara akibat kasus ini masih dalam proses penghitungan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Samin Tan dijerat dengan Pasal 603 dan Pasal 604 KUHP.

Kasus ini bukan yang pertama bagi Samin Tan. Pada 2019, ia sempat terseret kasus suap dan gratifikasi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait terminasi PKP2B.

Namun, pada 2021, ia dibebaskan dari seluruh dakwaan karena hakim menilai gratifikasi hanya dapat menjerat penerima, bukan pemberi.

Secara profil, Samin Tan dikenal sebagai pengusaha tambang yang memulai karier sebagai auditor dan menempuh pendidikan di Universitas Tarumanegara sebelum berkarier di firma akuntansi global seperti KPMG dan Deloitte.

Ia kemudian membangun perusahaan investasi Renaissance Capital Asia dan aktif di sektor pertambangan, termasuk PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk yang sempat melantai di Bursa Efek Indonesia.

Namanya sempat dikenal di kancah global sebagai Chairman Bumi Plc, dan Forbes menempatkannya dalam daftar orang terkaya Indonesia pada 2011 dengan estimasi kekayaan sekitar 940 juta USD atau Rp 8 triliun.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru