BREAKING NEWS
Minggu, 16 Agustus 2026

Bongkar Dugaan Penggelapan Rp3,6 Miliar, Waketum PSI Bro Ron Dipukuli di Kantor Advokat

Dharma - Selasa, 05 Mei 2026 10:47 WIB
Bongkar Dugaan Penggelapan Rp3,6 Miliar, Waketum PSI Bro Ron Dipukuli di Kantor Advokat
Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron diduga menjadi korban pemukulan. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Video yang memperlihatkan Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron diduga menjadi korban pemukulan beredar luas di media sosial pada Selasa, 5 Mei 2026.

Dalam rekaman yang viral, Bro Ron terlihat berada di sebuah ruangan sebelum tiba-tiba dihampiri dan dipukul oleh sejumlah pria.

Baca Juga:
Dalam video tersebut, Bro Ron tampak sedang memegang telepon genggam ketika seorang pria berbaju hitam mendekat dan melayangkan pukulan ke arah kepalanya.

Situasi kemudian memanas setelah sejumlah orang di lokasi berusaha melerai.

Tak lama berselang, seorang pria lain yang mengenakan pakaian berwarna krem juga terlihat mencoba mendekati Bro Ron.

Namun aksinya dihalangi oleh petugas keamanan berpakaian loreng yang berusaha mencegah keributan semakin meluas.

Akibat insiden tersebut, Bro Ron disebut telah menjalani visum dan melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Polsek Menteng, Jakarta Pusat.

Peristiwa itu terjadi di sebuah kantor advokat di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin sore, 4 Mei 2026.

Kepada wartawan, Bro Ron menjelaskan dirinya datang ke lokasi untuk mendampingi sejumlah karyawan PT SKS yang ingin menagih janji penyelesaian perkara kepada sebuah kantor hukum bernama Michael Putra & Partners.

"Senin sore sekitar pukul 16.00 saya menemani karyawan PT SKS atas permintaan mereka untuk beraudiensi ke kantor firma hukum Michael Putra & Partners," kata Bro Ron, Selasa, 5 Mei 2026.

Menurut dia, pemilik kantor hukum tersebut merupakan mantan rekan bisnisnya saat masih berada di Sabat Law Firm.

Bro Ron mengaku diminta membantu proses mediasi karena memiliki hubungan profesional dengan pihak yang bersangkutan di masa lalu.

Kericuhan mulai terjadi ketika aksi protes dilakukan di depan kantor firma hukum tersebut.

Saat itu, kata Bro Ron, tiga orang yang mengaku sebagai petugas keamanan datang dan meminta seluruh massa meninggalkan gedung.

"Sewaktu karyawan PT SKS melakukan aksi di depan kantor, datang tiga orang yang tidak dikenal dan mengaku sebagai pengamanan kantor. Mereka meminta semua keluar dari gedung," ujarnya.

Baca Juga:

Cekcok sempat terjadi antara pihak keamanan dengan massa yang datang.

Polisi dari Polsek Menteng yang berada di lokasi disebut sempat mengamankan situasi dengan membawa sejumlah orang turun ke lobi gedung.

Namun sekitar 15 menit kemudian, tiga orang tersebut disebut kembali naik ke lantai empat tempat kantor advokat berada.

Tak lama setelah itu, keributan kembali pecah dan berujung dugaan pemukulan terhadap Bro Ron.

"Saat mereka muncul lagi dari tangga, cekcok kembali terjadi dan akhirnya terjadi pemukulan seperti yang ada di video," kata dia.

Bro Ron memastikan telah melaporkan insiden tersebut ke polisi dan menyerahkan hasil visum sebagai bagian dari proses hukum.

Kasus ini juga menarik perhatian publik karena muncul di tengah laporan dugaan penggelapan dana success fee senilai Rp3,6 miliar yang sebelumnya dilayangkan Bro Ron terhadap dua mantan rekanannya di firma hukum lamanya.

Ia menuding dana hasil penanganan perkara yang seharusnya masuk ke rekening firma justru ditransfer ke rekening pribadi pihak tertentu.

"Seharusnya success fee ditransfer ke rekening firma, tetapi justru masuk ke rekening pribadi mereka," ujar Bro Ron.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor maupun kepolisian terkait keterkaitan antara insiden pemukulan tersebut dengan kasus dugaan penggelapan dana yang sedang berjalan.*


(di/ad)

Baca Juga:

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KPK Catat Harta Bobby Nasution Rp57,8 Miliar, Kekayaan Wagub Surya Naik Jadi Rp5,5 Miliar
Data Anggaran PTSL Dipertanyakan, SAMT Sulut Gugat 15 Kantor Pertanahan ke Komisi Informasi
Sidang MK soal Kuota Hangus Memanas, Guntur Hamzah: Masyarakat Beli 10 GB, Baru Pakai 9 GB Sudah Habis
Empat Pejabat KPU Tanjung Balai Mulai Diadili Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp1,2 Miliar di PN Medan
GAMKI Tegaskan Fokus Jalur Hukum di Kasus Ceramah JK, HKBP dan PGI Lakukan Pertemuan
KPK Dalami Potensi Korupsi di Program Sekolah Rakyat Lewat Kajian Pencegahan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru