BREAKING NEWS
Kamis, 14 Mei 2026

GAMKI Tegaskan Fokus Jalur Hukum di Kasus Ceramah JK, HKBP dan PGI Lakukan Pertemuan

Nurul - Senin, 04 Mei 2026 21:57 WIB
GAMKI Tegaskan Fokus Jalur Hukum di Kasus Ceramah JK, HKBP dan PGI Lakukan Pertemuan
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla. (Foto: liputan6)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan tetap fokus pada proses hukum terkait laporan dugaan penistaan agama atas pernyataan "mati syahid" dalam ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK). Sementara itu, HKBP dan PGI diketahui telah melakukan pertemuan dengan JK.

Kuasa hukum GAMKI, Saddan Sitorus, mengatakan pihaknya menghormati langkah dialog yang dilakukan pimpinan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dengan JK. Namun, GAMKI tetap memilih menempuh jalur hukum sebagai fokus utama penyelesaian persoalan tersebut.

"GAMKI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga etika dalam menyampaikan pendapat serta tidak melakukan serangan personal terhadap pihak mana pun," ujar Saddan dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).

Baca Juga:

Ia menekankan agar ruang publik tetap dijaga agar tidak terjebak dalam polarisasi dan tetap berfokus pada substansi persoalan yang sedang berjalan.

Menurut GAMKI, langkah hukum yang ditempuh merupakan bagian dari upaya meluruskan pernyataan yang dinilai berpotensi menimbulkan salah tafsir di tengah masyarakat lintas agama.

"Laporan ini bagian dari meluruskan sesuatu yang kami anggap perlu dikoreksi, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih luas," ujarnya.

GAMKI juga mengingatkan pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan sebagai bagian dari prinsip negara hukum di Indonesia. Mereka menilai pendekatan hukum dan dialog sama-sama dapat menjadi ruang penyelesaian, namun harus tetap berada dalam koridor yang tepat.

Sebelumnya, JK telah memberikan penjelasan terkait pernyataannya dalam ceramah di Masjid UGM yang menyinggung istilah "mati syahid". Ia menyebut istilah tersebut digunakan dalam konteks ceramah di masjid dengan tema perdamaian.

"Kalau syahid mati karena membela agama, martir juga begitu. Saya pakai kata syahid karena di masjid," kata JK.*

(in/dh)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jusuf Kalla Kumpulkan Tokoh Agama dan Pelaku Perdamaian Malino di Jakarta, Luruskan Polemik Pernyataan di UGM
PSI Buka Suara soal Laporan terhadap Jusuf Kalla: 1000 Persen Jokowi Tak Terlibat!
Tokoh Lintas Agama Minta Kasus Pernyataan JK Tak Dibawa ke Ranah Hukum
Jusuf Kalla Sebut Laporan Terhadap Dirinya Muncul Usai Laporkan Rismon Sianipar: Sensitif Sekali Masalah Ijazah Jokowi Ini
Jusuf Kalla Akhirnya Buka Suara Soal Laporan Penistaan Agama di Ceramah UGM
Polemik Pelaporan Jusuf Kalla Berujung Anti Klimaks, Kini Mengarah ke Mediasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru