Guru ngaji, Halimah Tusadiyah, yang diduga mengalami intimidasi setelah membubarkan transaksi narkoba di lingkungan tempat tinggalnya di Desa Rantau Panjang, Kec. Pantai Labu, Kab. Deli Serdang, Sumut. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Halimah sebelumnya menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
Dalam video tersebut, ia tampak mendatangi sekelompok pria yang diduga tengah melakukan transaksi narkoba di teras rumah warga, bahkan di sekitar anak-anak.
Peristiwa itu terjadi di sekitar lingkungan Rumah Tahfiz Al-Qur'an Ar Rahma.
Dalam aksinya, Halimah meminta para pelaku meninggalkan lokasi karena aktivitas tersebut dinilai membahayakan lingkungan sekitar.
Namun, setelah kejadian itu, Halimah mengaku mendapatkan ancaman dan intimidasi dari pihak yang diduga terkait dengan para pelaku transaksi narkoba.
Ia menyebut rumahnya didatangi sejumlah orang yang melontarkan ancaman dan tindakan intimidatif.
Menanggapi hal tersebut, Aboe Bakar menegaskan negara tidak boleh membiarkan warga yang berani melawan peredaran narkoba justru menjadi korban teror.
"Saya meminta Polres Deli Serdang memberikan perlindungan penuh kepada Ibu Halimah Tusadiyah. Negara tidak boleh membiarkan warga yang berani melawan narkoba justru mendapat teror," kata Aboe Bakar, Sabtu (16/5/2026).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga meminta Kepolisian Daerah Sumatera Utara memastikan adanya pengamanan terhadap Halimah serta penindakan tegas terhadap jaringan peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Menurutnya, keberanian Halimah menjadi contoh penting bagi masyarakat dalam upaya melawan peredaran narkoba yang semakin mengkhawatirkan, terutama di lingkungan pendidikan agama.
"Beliau telah menunjukkan keberanian luar biasa dalam melindungi anak-anak dan generasi muda dari bahaya narkoba," ujarnya.
Ia menilai, peredaran narkoba yang terjadi di sekitar lingkungan pendidikan dan rumah ibadah merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda, sehingga aparat harus bergerak cepat menanganinya.
Sebelumnya, Halimah mengaku aksi nekatnya dilakukan karena kesal melihat transaksi narkoba dilakukan secara terbuka di lingkungan permukiman.
Ia menyebut aktivitas tersebut berlangsung di depan anak-anak.
Usai kejadian itu, Halimah mengaku mendapat ancaman dari keluarga pihak yang diduga terlibat, termasuk upaya intimidasi berupa ancaman perusakan rumah.
Kasus ini kembali menyoroti lemahnya perlindungan terhadap warga yang berani melawan peredaran narkoba di tingkat akar rumput, sekaligus menegaskan kembali tantangan pemberantasan narkotika di daerah.*
(km/ad)
Editor
: Nurul
Guru Ngaji di Deli Serdang Diintimidasi Usai Bubarkan Transaksi Narkoba, DPR Minta Polisi Beri Perlindungan