Mengapa TNI dan Polri Dilibatkan di Program MBG? Ini Penjelasan Kepala BGN
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pelibatan TNI dan Polri dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MB
NASIONAL
MEDAN – Dewan Pers menyesalkan dugaan tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh dua pria yang mengaku berprofesi sebagai wartawan di Kota Medan.
Kasus tersebut kini ditangani Polsek Medan Tembung setelah kedua terduga pelaku diamankan bersama sejumlah barang bukti.
Ahli Dewan Pers, Nurhalim Tanjung, menegaskan bahwa tindakan pemerasan sama sekali tidak dapat dibenarkan dan bukan merupakan bagian dari tugas jurnalistik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.Baca Juga:
"Ini jelas dalam aturan, pemerasan bukan pekerjaan wartawan. Berdasarkan Undang-Undang Pers, wartawan itu mencari dan menyiarkan berita secara benar, berimbang dan valid," kata Ahli Pers Dewan Pers, Nurhalim Tanjung di Medan, Rabu (22/7/2026).
Nurhalim mengatakan, wartawan memiliki kewajiban menjalankan profesinya sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ), termasuk menyajikan informasi yang berimbang, akurat, dan objektif.
Ia juga mengingatkan bahwa wartawan tidak dibenarkan menjalankan peran ganda yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, termasuk merangkap sebagai anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk kepentingan pribadi.
Menurutnya, praktik seperti itu dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap profesi wartawan.
Dalam kasus yang sedang ditangani Polsek Medan Tembung, Nurhalim mendukung proses hukum yang dilakukan kepolisian apabila terbukti terdapat unsur pidana.
"Imbauan kepada wartawan untuk menaati KEJ, dan kode prilaku wartawan. Jelas aturannya wartawan tidak boleh memeras, narkoba atau melakukan pelanggaran pidana lainnya. Kode etik ini sangat penting sebagai pedoman kerja," tuturnya.
Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan, mengatakan dua pria diamankan Tim Opsnal Polsek Medan Tembung pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di sebuah warung kopi di Jalan Letda Sudjono, Kota Medan.
"Kedua terduga pelaku diamankan berdasarkan informasi masyarakat terkait dugaan tindak pidana pemerasan di kawasan Jalan Letda Sujono. Tim Opsnal langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan mereka beserta barang bukti untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," kata Ras Maju Tarigan.
Kedua pria tersebut berinisial I (55), warga Pasar X Marelan, dan JB (60), warga Jalan Kemuning, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.
Dari tangan keduanya, polisi menyita dua unit telepon seluler, uang tunai sebesar Rp4 juta, serta kartu identitas pers.
Polisi menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah menerima laporan dari seorang pengusaha yang tengah mengerjakan proyek perumahan.
Berdasarkan keterangan pelapor, dua pria yang mengaku sebagai wartawan mendatangi lokasi proyek dan menyampaikan akan memberitakan dugaan pelanggaran pada proyek tersebut.
Setelah itu, menurut laporan yang diterima polisi, keduanya meminta sejumlah uang agar pemberitaan tersebut tidak dipublikasikan.
"Jadi saat pertemuan, kedua oknum wartawan ini meminta sejumlah uang sebagai ancaman agar kesalahan proyek tidak diberitakan. Jika permintaan itu tak dituruti pelapor, maka mereka mengancam akan membuat berita terkait kesalahan proyek seperti izin proyek," ungkap Kapolsek.
Menurut keterangan pelapor, jumlah uang yang diminta mencapai Rp4 juta.
Karena merasa takut terhadap ancaman tersebut, pelapor mengaku memenuhi permintaan itu sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan Tembung.
"Uang yang diminta itu sekitar 4 juta rupiah. Tapi korban merasa keberatan, selanjutnya membuat laporan ke kita di Polsek Medan Tembung," katanya.
Saat ini kedua terduga pelaku telah diamankan dan proses penyelidikan masih berlangsung di Polsek Medan Tembung.
Polisi akan mendalami seluruh alat bukti serta keterangan para pihak untuk menentukan proses hukum selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.* (tm/ad)
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pelibatan TNI dan Polri dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MB
NASIONAL
SURABAYA Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menetapkan mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dewan Pers menyesalkan dugaan tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh dua pria yang mengaku berprofesi sebagai wartawan di Kot
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN PT PLN (Persero) UP3 Medan akan melakukan pemeliharaan jaringan listrik di wilayah kerja ULP Medan Baru pada Kamis, 23 Juli 2026.
PERISTIWA
MEDAN Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum (AMPH) Sumatera Utara menggelar aksi penyampaian aspirasi di Medan pada 14 Juli 2026. Dalam aksi te
NASIONAL
JAKARTA Kantor Hukum Sirait & Co Law Office mendampingi insan pers, Rahmat Mauliady, mengajukan pengaduan dugaan pelanggaran Kode Etik A
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) mendapat kehormatan dengan bergabungnya sejumlah tokoh nasiona
NASIONAL
BANYUWANGI Kepala Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari mengungkapkan besarnya penguasaan lahan perkebunan kela
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Tim gabungan memastikan ledakan yang menghancurkan sebuah rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, diseb
PERISTIWA
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dapat dihentikan karena merupakan
NASIONAL