BREAKING NEWS
Kamis, 24 September 2026

Peralatan Pemantau Gempa BMKG di Gayo Lues Dicuri, Kerugian Negara Capai Rp246 Juta

T.Jamaluddin - Jumat, 07 Agustus 2026 22:43 WIB
Peralatan Pemantau Gempa BMKG di Gayo Lues Dicuri, Kerugian Negara Capai Rp246 Juta
Kondisi Shelter Site BGASI milik BMKG di Gayo Lues usai dibobol pencuri hingga menyebabkan terganggunya pemantauan aktivitas gempa di wilayah tersebut. (foto: Humas BMKG)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Ia mengatakan ancaman gempa di wilayah tersebut bukan hanya berupa potensi. Sejumlah kejadian gempa sebelumnya telah menyebabkan kerusakan.

Pada 29 Mei 2017, gempa berkekuatan M4,9 merusak lebih dari 30 bangunan warga.

Kemudian pada 22 Juli 2026, gempa berkekuatan M5,6 kembali membuat masyarakat panik dan merusak sejumlah fasilitas publik, termasuk bangunan Puskesmas.

"Dalam kondisi kerawanan yang tinggi seperti ini, keberadaan stasiun pemantau gempabumi sangat krusial untuk mendeteksi aktivitas seismik secara cepat dan presisi. Lumpuhnya Site BGASI memangkas kemampuan jaringan BMKG dalam menentukan parameter gempa secara cepat. Keterlambatan informasi ini sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat," ujar Sugeng.

Atas kejadian tersebut, BMKG melalui Stasiun Geofisika Kelas II Aceh Selatan telah melaporkan kasus pencurian dan perusakan itu kepada Polres Gayo Lues.

Laporan tersebut diterima melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor LP/B/42/VIII/2026/SPKT/POLRES GAYO LUES/POLDA ACEH tertanggal 3 Agustus 2026.

Tim Reserse Kriminal Polres Gayo Lues telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

BMKG mencatat aksi pencurian terhadap fasilitas pemantau gempa bukan pertama kali terjadi.

Sejak 2015 hingga 2026, sedikitnya terdapat 15 kasus pencurian peralatan pemantauan gempa bumi di berbagai wilayah Indonesia.

Kasus serupa pernah terjadi di Garut Jawa Barat, Muara Dua Sumatera Selatan, Manna Bengkulu, Indragiri Hilir Riau, Kluet Utara Aceh Selatan, Sorong dan Sausapor Papua Barat, Jambi, Pulau Banyak Aceh Singkil, hingga beberapa kasus di Sidrap Sulawesi Selatan.

BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah daerah, tokoh adat, serta aparat keamanan untuk bersama-sama menjaga fasilitas pemantauan bencana.

"Menjaga peralatan monitoring gempa bumi bukan hanya sekadar melindungi aset negara, melainkan menjaga keselamatan jiwa kita bersama. Setiap kerusakan atau pencurian peralatan pemantau akan mengurangi respons sistem peringatan dini dan memperlambat penyampaian informasi kebencanaan yang sangat dibutuhkan warga saat gempa terjadi," tutup Sugeng.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Satgas PRR Percepat Pemulihan Ekonomi Pesisir Aceh, KKP Salurkan Bantuan untuk Nelayan dan Petambak
Satgas PRR Sinkronkan Pemulihan Sawah Rusak Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Mentan Pertanyakan Dana Rp2,5 Triliun untuk Pemulihan Pertanian Pascabencana, Pemprov Aceh Beri Penjelasan
Tinjau Jembatan Teupin Mane, Wapres Gibran Tekankan Infrastruktur Pascabencana Harus Tangguh
Pemerintah Aceh Jelaskan Skema Dana Rp2,5 Triliun dari Kementan untuk Pemulihan Pertanian Pascabencana
Cuaca Aceh Hari Ini, Jumat 7 Agustus: Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah, Hujan Ringan Guyur Banda Aceh
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru