Sigap Ungkap Pencurian Rumah Kosong di Binjai Timur, Polsek Dapat Apresiasi dari LMND
BINJAI Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Binjai mengapresiasi kinerja Polsek Binjai Timur yang berhasil mengungkap kasus
HUKUM DAN KRIMINAL
GAYO LUES – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menemukan adanya aksi pencurian dan perusakan peralatan pemantau gempa bumi di Shelter Site BGASI, Desa Gantung Geluni, Kecamatan Blang Pegayon, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Aksi tersebut menyebabkan fasilitas pemantauan seismik tidak dapat beroperasi secara normal.
Kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp246.442.213 yang merupakan kerugian materiil negara.Baca Juga:
Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Aceh Selatan, Sugeng Prayitno, mengatakan kejadian tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan BMKG dalam memberikan informasi kebencanaan kepada masyarakat.
Menurut Sugeng, gangguan operasional diketahui setelah transmisi data seismik dari Site BGASI berhenti total sejak Rabu (29/7/2026).
BMKG kemudian mengirimkan tim untuk melakukan pemeriksaan lapangan pada Senin (3/8/2026).
"Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pintu shelter telah dirusak dan dicongkel, gembok hilang, serta sejumlah kabel instalasi dipotong secara paksa. Dari hasil identifikasi, terdapat beberapa peralatan utama yang hilang dan menyebabkan stasiun tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya," kata Sugeng.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, sejumlah perangkat penting yang berfungsi menerima dan mengirim data gempa ke pusat pengolahan BMKG diketahui hilang.
Peralatan yang dicuri antara lain satu unit Digitizer Quanterra (Kinemetrics) tipe Q8, satu unit Modem VSAT iDirect tipe iQ Desktop+, dua unit baterai berkapasitas 9 Ah, serta satu set kabel solar panel sepanjang 3 x 10 meter berikut seluruh kabel instalasi internal shelter.
Sugeng menjelaskan, dampak pencurian tersebut tidak hanya berkaitan dengan kerugian negara, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa.
Wilayah Gayo Lues berada di jalur Sesar Sumatera Segmen Tripa, salah satu sesar aktif dengan tingkat aktivitas kegempaan tinggi.
"Wilayah Gayo Lues berada tepat pada lintasan Sesar Sumatera Segmen Tripa, yaitu salah satu sesar aktif dengan tingkat aktivitas kegempaan yang sangat tinggi. Segmen ini memiliki riwayat gempa merusak dan diperkirakan mampu memicu gempabumi maksimum hingga M7,4," tegas Sugeng.
Ia mengatakan ancaman gempa di wilayah tersebut bukan hanya berupa potensi. Sejumlah kejadian gempa sebelumnya telah menyebabkan kerusakan.
Pada 29 Mei 2017, gempa berkekuatan M4,9 merusak lebih dari 30 bangunan warga.
Kemudian pada 22 Juli 2026, gempa berkekuatan M5,6 kembali membuat masyarakat panik dan merusak sejumlah fasilitas publik, termasuk bangunan Puskesmas.
"Dalam kondisi kerawanan yang tinggi seperti ini, keberadaan stasiun pemantau gempabumi sangat krusial untuk mendeteksi aktivitas seismik secara cepat dan presisi. Lumpuhnya Site BGASI memangkas kemampuan jaringan BMKG dalam menentukan parameter gempa secara cepat. Keterlambatan informasi ini sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat," ujar Sugeng.
Atas kejadian tersebut, BMKG melalui Stasiun Geofisika Kelas II Aceh Selatan telah melaporkan kasus pencurian dan perusakan itu kepada Polres Gayo Lues.
Laporan tersebut diterima melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor LP/B/42/VIII/2026/SPKT/POLRES GAYO LUES/POLDA ACEH tertanggal 3 Agustus 2026.
Tim Reserse Kriminal Polres Gayo Lues telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.
BMKG mencatat aksi pencurian terhadap fasilitas pemantau gempa bukan pertama kali terjadi.
Sejak 2015 hingga 2026, sedikitnya terdapat 15 kasus pencurian peralatan pemantauan gempa bumi di berbagai wilayah Indonesia.
Kasus serupa pernah terjadi di Garut Jawa Barat, Muara Dua Sumatera Selatan, Manna Bengkulu, Indragiri Hilir Riau, Kluet Utara Aceh Selatan, Sorong dan Sausapor Papua Barat, Jambi, Pulau Banyak Aceh Singkil, hingga beberapa kasus di Sidrap Sulawesi Selatan.
BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah daerah, tokoh adat, serta aparat keamanan untuk bersama-sama menjaga fasilitas pemantauan bencana.
"Menjaga peralatan monitoring gempa bumi bukan hanya sekadar melindungi aset negara, melainkan menjaga keselamatan jiwa kita bersama. Setiap kerusakan atau pencurian peralatan pemantau akan mengurangi respons sistem peringatan dini dan memperlambat penyampaian informasi kebencanaan yang sangat dibutuhkan warga saat gempa terjadi," tutup Sugeng.* (ad)
BINJAI Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Binjai mengapresiasi kinerja Polsek Binjai Timur yang berhasil mengungkap kasus
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pegawai lembaga pemasyarakatan (lapas) mendapatkan gaji pokok serta sejumlah tunjangan yang besarannya disesuaikan dengan golongan
NASIONAL
JAKARTA Timnas Indonesia meraih kemenangan 20 atas Singapura pada laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Ka
OLAHRAGA
JAKARTA Sekretaris Jenderal Projo Freddy Damanik meminta Mahkamah Konstitusi (MK) mempertimbangkan dampak ketatanegaraan dalam memeriksa g
POLITIK
JAKARTA Delegasi Indonesia melakukan aksi walk out saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hendak menyampaikan pidato dalam Sidang
INTERNASIONAL
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menyiapkan eksekusi aset tanah seluas 105,9 hektare di kawasan Suaka Margasatwa Karan
NASIONAL
MEDAN Keluarga almarhum Winda Lorenza Gowasa mempertanyakan hasil investigasi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) terkait kematian mant
HUKUM DAN KRIMINAL
BOGOR Kuasa hukum Ferdy Sambo membantah tudingan bahwa kliennya menikmati fasilitas khusus atau mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupat
NASIONAL
BOGOR Kondisi sejumlah bangunan di lingkungan Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, berubah saat dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ulang oleh
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kabupaten Batu Bara menyatakan siap mendukung kemajuan ekonomi daerah dengan memberikan kemudahan investasi. Salah satu p
EKONOMI