Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
DELISERDANG - narkoba-polrestabes-medan/" target="_blank">Satresnarkoba Polrestabes Medan menggerebek sarang narkoba di kawasan Sei Mencirim, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (7/8/2026). Penggerebekan yang diwarnai letusan tembakan peringatan tersebut berhasil meringkus seorang pria yang diduga kuat sebagai pengedar narkoba.
Sarang narkoba yang berada di tengah pemukiman padat penduduk ini tergolong terisolasi dan hanya dapat dijangkau petugas menggunakan sepeda motor. Kedatangan personel kepolisian sempat terdeteksi oleh jaringan pengedar karena di sepanjang jalur akses menuju lokasi dipasang sejumlah kamera CCTV tersembunyi di atas pohon, mulai dari pintu masuk utama hingga sekeliling barak.
Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, mengungkapkan selain CCTV, jaringan ini juga menempatkan orang khusus yang dibekali handy talkie (HT) di sepanjang jalan masuk untuk memantau pergerakan petugas. "HT ini dipegang oleh seseorang yang bersiaga di sepanjang jalan masuk. Tugasnya memberikan informasi jika ada kedatangan petugas kepada para pelaku yang berada di dalam barak. Hal ini yang membuat sejumlah pelaku lain sempat melarikan diri," ujar Rafli, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga:
Sadar pergerakannya telah terpantau, polisi langsung merangsek masuk sambil meletuskan beberapa kali tembakan peringatan ke udara guna mencegah para pelaku kabur lebih jauh. Seorang pria terduga pengedar yang sempat berupaya melarikan diri akhirnya berhasil disergap petugas.
Dari penggeledahan di lokasi kejadian, petugas menyita sejumlah paket barang bukti narkoba, puluhan alat hisap atau bong, timbangan elektrik, hingga dua unit mesin judi dingdong. Guna mengantisipasi lokasi tersebut kembali digunakan sebagai tempat transaksi maupun konsumsi barang haram, petugas mengambil tindakan tegas dengan menghancurkan dan membakar seluruh bangunan barak.
Polrestabes Medan memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat di kawasan Sei Mencirim. Pihak kepolisian menegaskan tindakan penggerebekan secara masif akan kembali digelar apabila praktik serupa ditemukan lagi di lokasi tersebut.* (in/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.