BREAKING NEWS
Rabu, 12 Agustus 2026

“Ditangkap Dulu Baru Ditembak?”, 24 Tahun Kasus Arby Saputra Masih Menyisakan Pertanyaan

Orang tua Arby Saputra mendatangi redaksi BITV membawa dokumen DPR RI dan kliping Pos Metro Medan. Mereka berharap kasus kematian anaknya kembali mendapat kejelasan hukum.
Raman Krisna - Senin, 10 Agustus 2026 21:34 WIB
“Ditangkap Dulu Baru Ditembak?”, 24 Tahun Kasus Arby Saputra Masih Menyisakan Pertanyaan
Sudah 24 tahun berlalu sejak Arby Saputra meninggal dalam sebuah peristiwa penembakan di Kota Medan. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Catatan redaksi: Berita ini dibuat berdasarkan keterangan keluarga serta dokumen DPR RI dan kliping Pos Metro Medan yang diperlihatkan kepada redaksi. BITV tetap memberikan ruang kepada pihak kepolisian dan pihak terkait untuk memberikan klarifikasi mengenai kasus tersebut.

MEDAN
— Sudah 24 tahun berlalu sejak Arby Saputra meninggal dalam sebuah peristiwa penembakan di Kota Medan. Sampai sekarang, keluarga Arby mengaku masih belum mendapatkan jawaban yang mereka harapkan.

Orang tua Arby kembali mendatangi redaksi BITV. Mereka membawa dokumen dan kliping koran lama untuk menceritakan kembali apa yang terjadi kepada anak mereka.

Menurut dokumen yang dibawa keluarga, Arby Saputra meninggal pada 26 Maret 2002 sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Willem Iskandar, Medan.

Baca Juga:

Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Arby ditembak oleh aparat Kepolisian Poltabes Medan.

Namun, ada dua cerita berbeda mengenai kejadian itu.

Menurut keterangan yang tercatat dalam dokumen DPR RI, polisi saat itu menyebut Arby diduga terlibat dalam kasus perampokan.

Keluarga membantah tuduhan tersebut. Mereka mempertanyakan mengapa anak mereka sampai ditembak dan bagaimana sebenarnya proses yang terjadi sebelum Arby meninggal.

Keluarga Pernah Mengadu

Keluarga Arby ternyata sudah berusaha mencari keadilan sejak lama.

Kasus tersebut pernah dilaporkan kepada Provost Polda Sumatera Utara pada 12 April 2002.

Keluarga juga disebut pernah menyampaikan pengaduan kepada Polda Sumatera Utara, Mabes Polri dan Komnas HAM.

Persoalan ini kemudian sampai ke DPR RI.

Dalam surat DPR RI tertanggal 12 Januari 2005, DPR meminta penjelasan kepada Kapolda Sumatera Utara mengenai kasus tersebut.

Namun, dalam surat itu disebutkan bahwa DPR RI saat itu belum mendapatkan kejelasan mengenai perkembangan penanganan kasus Arby.

Ada Kliping Koran Lama

Saat datang ke redaksi BITV, keluarga juga membawa kliping koran lama dari Pos Metro Medan.

Kliping tersebut memiliki judul:

"Ditangkap Dulu Baru Ditembak?"

Kliping itu menjadi salah satu catatan lama mengenai peristiwa yang dialami Arby.

Bagi keluarga, pemberitaan tersebut kembali mengingatkan pada pertanyaan yang sampai sekarang belum mereka dapatkan jawabannya.

Apa yang sebenarnya terjadi kepada Arby sebelum dia ditembak?

Apakah benar Arby terlibat dalam kejahatan seperti yang disebutkan dalam keterangan polisi saat itu? Atau ada hal lain yang belum terungkap?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang masih dibawa keluarga hingga sekarang.

Orang Tua Ingin Kebenaran Terungkap

Orang tua Arby mengatakan mereka tidak ingin kematian anaknya dilupakan.

Mereka hanya ingin mengetahui kebenaran dan mendapatkan kepastian hukum.

Setelah 24 tahun, keluarga berharap kasus tersebut kembali mendapat perhatian dan dapat dijelaskan secara terbuka.

Mereka juga berharap aparat penegak hukum memberikan penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana proses hukumnya, dan apakah kasus tersebut masih dapat ditindaklanjuti.

Bagi keluarga, waktu 24 tahun tidak menghilangkan rasa kehilangan.

Mereka masih menunggu satu hal: keadilan untuk anak mereka, Arby Saputra.* (dh)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
15.270 Calon Penerima Masih Menunggu, Satgas MBG Jelaskan Kendala di Tanjung Tiram
Duduk Bershalawat di Tengah Jalan, Warga Pematang Cengal Kembali Blokir Akses Jalan: Tolak Janji, Tuntut Aspal Permanen
Camat Tanjung Tiram Kumpulkan Pedagang Ikan, Bahas Penataan TPI Demi Kebersihan dan Kenyamanan Bersama
FERARI Sambangi Kapolres Batu Bara, Sepakat Perkuat Sinergi untuk Penegakan Hukum yang Berkeadilan
Heboh Kabar Ajudan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tewas Ditembak, Polda Metro Jaya: Itu Hoaks
Percepat Legalitas Aset Daerah, Pemko Tanjungbalai Perkuat Sinergi dengan BPN Sumut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru