Menuju Jakarta 500 Tahun: Mampukah Jadi Kota Global Tanpa Meninggalkan Warganya?
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
KARAWANG -Kisah memilukan datang dari seorang pedagang es teh di Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, yang baru-baru ini viral di media sosial setelah menjadi korban pemalakan. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat jelas bagaimana seorang pemuda mendatangi pedagang tersebut dan melakukan aksi pemerasan.
Video tersebut menunjukkan pemuda itu memberikan secarik kertas dan meminta sejumlah uang. Meskipun terjadi perdebatan antara keduanya, pada akhirnya pedagang yang diketahui baru saja mendapatkan hasil penjualan sebesar Rp 30 ribu itu terpaksa memberikan uang kepada pemuda tersebut. Kejadian ini mengundang keprihatinan banyak pihak, mengingat pelaku diduga adalah warga setempat.
Kasatreskrim Polres Karawang, AKP Muhammad Nazal Fawwaz, membenarkan bahwa telah terjadi aksi pemerasan terhadap pedagang es teh tersebut. “Kejadian itu ada, (pedagang) dipalak orang,” ungkap Nazal saat dihubungi, Rabu (9/10/2024). Setelah video tersebut viral, pihak Polsek Rengasdengklok langsung mendatangi lokasi kejadian dan menemui korban pada Selasa malam.
Namun, meskipun kejadian ini telah diketahui oleh pihak kepolisian, korban hingga saat ini belum mau membuat laporan resmi. “Polres dan polsek belum menerima laporan resmi dari korban,” jelas Nazal. Hal ini menjadi kendala bagi pihak kepolisian untuk mengambil langkah lebih lanjut dalam menindaklanjuti kasus ini.
Nazal menegaskan bahwa pihaknya tidak dapat melakukan tindakan lebih lanjut tanpa adanya laporan dari korban. “Kalau mengalami kejadian pidana, mending laporan,” tegasnya. Hingga saat ini, korban masih enggan untuk melaporkan kejadian tersebut, meskipun aksi pemalakan ini sudah mencuri perhatian publik.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesadaran hukum di kalangan masyarakat, terutama bagi para pedagang kecil yang sering kali menjadi sasaran empuk aksi pemalakan. Publik berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan pihak kepolisian dapat memberikan perlindungan kepada mereka yang menjadi korban.
Aksi pemalakan ini menjadi sebuah pengingat akan perlunya kolaborasi antara masyarakat dan penegak hukum untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua, terutama bagi mereka yang mencari nafkah di tengah tantangan ekonomi. Diharapkan, korban dapat segera menemukan keberanian untuk melaporkan kejadian tersebut, agar pelaku dapat ditindak tegas dan memberikan efek jera bagi calon pelaku kejahatan lainnya.
(N/014)
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
JAKARTA Dua dari 26 tokoh yang diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak hadir d
POLITIK
JAKARTA Direktur Law Firm Pedang Keadilan & Partners Zuhri Saifudin menilai Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki peluang untuk mendiskualif
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai rangkaian perombakan pemerintahan Presiden Prabowo Su
POLITIK
MEDAN Video yang memperlihatkan seorang pedagang kaki lima (PKL) diduga dikeroyok sejumlah pria di kawasan depan Kampus Universitas Suma
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan tengah mengembangkan sistem pemerintahan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan publik melal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mayjen TNI (Purn) Prof. H.C. Dr. Rido Hermawan mengajak masyarakat melihat kembali hubungan manusia dengan dirinya sendiri, sesa
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung belum menemukan indikasi keterlibatan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam perka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Anwar Usman memilih tidak memberikan tanggapan mengenai perkara yang mempersoal
NASIONAL
OlehWerdha CandratrilaksitaRESHUFFLE lazimnya menjadi cara seorang presiden memperkuat kendali terhadap pemerintahannya. Menteri yang dinil
OPINI