BREAKING NEWS
Jumat, 28 Agustus 2026

Tuding Ada Kejanggalan, Keluarga Eks Istri Polisi Desak Polda Sumut Ambil Alih Kasus dan Lakukan Autopsi Ulang

Adelia Syafitri - Jumat, 28 Agustus 2026 07:54 WIB
Tuding Ada Kejanggalan, Keluarga Eks Istri Polisi Desak Polda Sumut Ambil Alih Kasus dan Lakukan Autopsi Ulang
Aksi keluarga Winda Lorenza, di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara atau Polda Sumut berlangsung ricuh, sejak pagi hingga sore pada Kamis, 27 Agustus 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Aksi keluarga Winda Lorenza, mantan istri seorang polisi yang tewas dalam kasus yang diduga bunuh diri, di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara atau Polda Sumut berlangsung ricuh.

Keluarga Winda menuding Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto tidak memiliki hati nurani dalam menangani kasus tersebut.

Aksi berlangsung sejak pagi hingga sore pada Kamis, 27 Agustus 2026. Massa sempat memblokade jalan di depan Mapolda Sumut sehingga menyebabkan kemacetan.

Baca Juga:

Massa kemudian menerobos masuk melalui pintu Mapolda Sumut hingga ke area Markas Polda Sumut.

Situasi sempat memanas dan terjadi gesekan antara massa aksi dengan polisi. Petugas kemudian berupaya menenangkan situasi.

Ibu kandung Winda, Yesti Laila, menyampaikan kekecewaannya terhadap Kapolda Sumut.

Ia meminta kepolisian memperhatikan perasaan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

"Bapak Kapolda, kau juga lahir dari rahim seorang ibu. Bapak Kapolda pasti bisa merasakan sakitnya seorang ibu ketika putrinya meninggal secara tidak wajar. Kapolda Sumut seperti tidak memiliki hati Nurani," kata Yesti.

Yesti mengatakan dirinya meyakini terdapat kejanggalan dalam kematian putrinya. Ia juga tidak percaya Winda meninggal karena bunuh diri.

"Kami merasa batin dan naluri saya mengatakan anak saya dibunuh. Batin saya berkata begitu, Pak Kapolda," katanya.

Ia mengatakan kondisi dirinya yang selama bertahun-tahun menggunakan kursi roda menjadi salah satu alasan dirinya sulit percaya Winda meninggalkan dirinya dengan cara tersebut.

"Saya merasa anak saya tidak tega meninggalkan saya karena ibunya sudah lama di kursi roda selama delapan tahun. Bagaimana hati saya? Lihatlah, Bapak-bapak polisi dan Kapolda. Suatu saat saya dipanggil Tuhan," lanjut dia.

Kuasa hukum keluarga Winda, Utreck Ricardo Siringo-ringo, mengatakan keluarga telah kehilangan kepercayaan terhadap penyidik Polrestabes Medan.

Menurut Utreck, keluarga meminta agar penanganan kasus kematian Winda dialihkan ke Polda Sumut.

Ia menilai penyidikan yang telah berjalan lebih dari dua bulan belum memberikan titik terang bagi keluarga.

"Keluarga secara tegas menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap penyidik Polrestabes Medan. Pasalnya, penanganan kasus kematian Winda sudah berjalan lebih dari dua bulan, tetapi sampai sekarang belum menunjukkan hasil yang terang. Kami menduga ada hal yang ditutup-tutupi," kata Utreck.

Keluarga juga meminta dilakukan ekshumasi atau pembongkaran makam dan autopsi ulang terhadap jenazah Winda.

"Kita menyampaikan beberapa poin penting. Satu tadi autopsi, satu perkara ditarik ke Polda Sumut, dan penyidikannya transparan. Ada hal yang mengganjal. Sudah dari tanggal 2 sampai hari ini belum dilakukan autopsi ulang," ujarnya.

Untuk mendukung proses tersebut, Utreck mengatakan pihak keluarga telah berkoordinasi dengan sejumlah dokter independen.

Mereka nantinya diharapkan dapat menjadi dokter pembanding sekaligus pendamping dalam proses autopsi ulang.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan beberapa dokter independen agar nanti ada dokter pembanding dan pendamping," sambungnya.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut AKBP Ridwan Hutagaol mengatakan kepolisian akan membahas seluruh tuntutan yang disampaikan keluarga Winda dalam aksi tersebut.

"Jadi, apa pun nanti yang kalian sampaikan akan kita rapatkan. Apabila hasil dari ini bisa kalian pertanyakan lagi besok," kata Ridwan di hadapan massa.

Ridwan mengatakan pihaknya belum dapat memberikan keputusan atas tuntutan keluarga sebelum dilakukan pembahasan secara internal.

"Ya, mungkin saya tidak bisa menjawab lagi kalau tidak ada hasil keputusan. Makanya, apa yang kalian sampaikan ini yang kita rapatkan. Nanti kesimpulannya kita sampaikan," pungkasnya.

Keluarga Winda berharap penanganan kasus kematian tersebut dilakukan secara transparan.

Mereka juga meminta proses penyelidikan dan penyidikan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kematian Winda.* (d/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Ayam Tembus Rp50 Ribu, Cabai Rawit Rp65 Ribu! Pemko Medan Turun Tangan
Penantian 10 Tahun Terbayar Lunas! Eks Kabag Tapem Madina Resmi Divonis Bebas dari Kasus Korupsi LKPJ
'Ini Bukan Prestasi, Tapi Konsekuensi', Danyon Brimob Sumut Ungkap Alasan Pecat 10 Anggotanya
Lebih dari 8.600 Bidang Tanah Wakaf di Sumut Terancam Tanpa Sertifikat, Pemko Medan Gerak Cepat Amankan Aset Umat
Lepas dari Beban APBD! Pemprov Sumut Bakal Sulap 146 Aset Olahraga Jadi Mesin Penghasil Cuan Lewat BLUD
Dari Cabai hingga Daging Sapi Diobral Murah, Sumut Kebut Gerakan Pangan Murah Serentak Tekan Inflasi sampai Desember
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru