BREAKING NEWS
Minggu, 08 Maret 2026

Terinspirasi Film! Wanita Asal NTT Membegal Driver Taksi Online di Surabaya

BITVonline.com - Kamis, 03 Oktober 2024 03:54 WIB
Terinspirasi Film! Wanita Asal NTT Membegal Driver Taksi Online di Surabaya
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SURABAYA -Seorang wanita berusia 23 tahun bernama Maria Livia asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ditangkap oleh pihak kepolisian setelah terlibat dalam aksi pembegalan driver taksi online di Surabaya. Aksi nekat Maria ini ternyata terinspirasi dari film yang sering ditontonnya.

Kapolsek Gunung Anyar, Iptu Sumianto Harsya, menjelaskan bahwa Maria memiliki hobi menonton film, yang diduga mempengaruhi keputusannya untuk melakukan tindakan kriminal tersebut. “Dia lebih banyak browsing-browsing dari internet. Ya mungkin itu terinspirasi dari internet, film, karena dia juga suka nonton film,” ungkapnya saat konferensi pers, Rabu (2/10/2024).

Rencana Pembegalan Tertangkap

Berdasarkan hasil penggeledahan di apartemen Maria, polisi menemukan sejumlah coretan kertas yang berisi rencana aksi pembegalan yang telah dipersiapkannya. “Dari beberapa hari lalu dia sudah merencanakan. Terbukti kemarin kami lakukan penggeledahan di apartemennya, kami temukan kertas berisi rencana dia yang akan dilakukan pada hari H,” jelas Harsya.

Polisi pun melakukan serangkaian tes kepada Maria, mulai dari tes kesehatan hingga tes urine untuk memastikan apakah ada indikasi penggunaan narkoba saat pelaku melancarkan aksi. “Tes psikologi belum. Namun jika dalam perkembangannya diperlukan, akan kami lakukan,” tambahnya.

Kronologi Kejadian

Aksi pembegalan tersebut terjadi ketika Maria menyamar sebagai penumpang taksi online. Ia memesan taksi online dari apartemennya ke daerah Gunung Anyar. “Awalnya (pelaku) berangkat dari apartemennya, kemudian dia pesan taksi online ke Mulyosari di sebuah toko print. Dari situ kemudian dia pesan taksi online lainnya melalui HP orang lain, dia sengaja tidak pakai HP-nya sendiri, menuju ke daerah Gunung Anyar,” ujar Harsya.

Saat tiba di kawasan Perumahan Royal Park Residence Gunung Anyar, Maria tiba-tiba menjerat leher korban, Pujiono (47), dengan tali tasnya. Ketika korban melawan, Maria mengeluarkan pisau yang dibawanya dan menusukkannya ke leher Pujiono. “Korban ini melawan, akhirnya dia (pelaku) mengeluarkan pisau yang sengaja dia bawa dari rumah, di dalam tasnya diambil pisau ditusuk ke leher korban,” kata Harsya.

Meskipun Maria berhasil menguasai mobil milik korban, ia mengalami kesulitan saat mencoba melarikan diri. Maria tersesat dan hanya berputar-putar di area perumahan tersebut. Dalam keadaan panik, ia menabrak mobil warga sekitar hingga kendaraan yang dikemudikannya tidak bisa digerakkan. “Dari situ dia panik karena diteriaki korban, menabraklah dia ke mobil warga sekitar sampai roda depannya tidak bisa digerakkan, otomatis terhenti,” tutur Harsya.

Penangkapan dan Motif

Maria kemudian diamankan oleh petugas keamanan di kompleks perumahan sebelum pihak kepolisian tiba di lokasi. “Dari sisir TKP, polisi menemukan korban tergeletak di pinggir jalan dengan ada pisau masih menempel di lehernya. Korban lantas dilarikan ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan intensif,” ungkap Harsya.

Maria kini telah diamankan di Mako Polsek Gunung Anyar dan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Menurut keterangan dari Maria, motif di balik aksinya adalah untuk mengumpulkan uang yang cukup untuk pergi ke luar negeri, tepatnya ke Australia. “Motif sementara pelaku ingin menguasai mobilnya. Dia butuh uang untuk pergi ke luar negeri, ke Australia untuk liburan sekaligus bekerja di sana,” tambah Harsya.

Maria berencana menjual mobil Daihatsu Sigra Putih yang dikuasainya tersebut melalui platform online dengan harga sekitar Rp 50 juta. “Mobil itu rencananya dijual dengan harga Rp 50 juta,” tutup Harsya.

Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat latar belakang pelaku yang terinspirasi oleh film dan pengaruh yang bisa ditimbulkan oleh tayangan media terhadap perilaku individu. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mendalami lebih lanjut motif dan kondisi psikologis pelaku.(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru